Tak Perlu Vaksin, Teh Hijau Mampu Cegah Corona

harianmerahputih.id
Membiasakan minum teh hijau sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh serta mencegah penyakit degeneratif.

MERAHPUTIH | Surabaya- Ditengah hiruk pikuk dunia menghadapai wabah virus Corona yang belum juga reda, membuat banyak kalangan melakukan berbagai penelitian untuk pembuatan vaksin. Namun hingga kini belum ada penemuan tentang vaksin yang signifikan.

Berbagai informasi tentang manfaat dan khasiat beberapa zat seperti dalam rempah-rempah, rimpang-rimpangan sebenarnya hanya bersifat untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga imunitas seseorang meningkat. Dengan demikian, tak mudah terserang virus.

Baca juga: Waspada Tanpa Panik: Plt Gubernur Emil Dardak Ingatkan Pentingnya Budaya Hidup Sehat di Tengah Kekhawatiran Covid-19

Prof.Dr.H.Djoko Agus Purwanto,Apt.M.Si (61), Wakil Direktur RS Airlangga Surabaya, mengatakan, saat ini, tidak ada vaksin atau perawatan khusus untuk Covid-19. “Namun, ada banyak uji klinis yang sedang berlangsung untuk mengembangkan pengobatan yang signifikan, walaupun ada juga beberapa upaya menggunakan bahan obat maupun obat tradisional yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah untuk penanganan virus Corona,” kata Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga ini. 

Mantan Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Unair ini menambahkan, beberapa penelitian modern telah melaporkan,  teh dan komponen utamanya yaitu Epigalokatekin Galat (EGCG) memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.

“Karena memiliki antioksidan yang tinggi, yaitu 100 kali dari vitamin C,  sehingga dapat digunakan untuk pencegahan berbagai penyakit degenerative,” terang Djoko kepada MERAHPUTIH.ID

Penyakit degenerative memang harus diwaspadai, sebab akan muncul seiring bertambahnya usia seseorang. Penyakit degenerative di antaranya diabetes, osteoarthritis, osteoporosis, penyakit jantung koroner, aterosklerosis, kolesterol, stroke, hipertensi, asam urat, Alzheimer, Parkinson, kanker dan sebagainya.

 

Mencegah Virus Masuk Sel

Mungkin memang belum banyak diketahui awam, khasiat teh hijau selama ini hanya sebatas untuk detoksifikasi. Padahal kandungan flavonoid dari teh hijau ditengarai dapat digunakan untuk membantu penyembuhan penderita infeksi virus.

“Komponen dari teh hijau yaitu EGCG, memiliki aktivitas dapat meningkatkan aktivitas sistem imun pada binatang percobaan, maupun manusia,” kata suami drg.Andriani ini. 

“Beberapa penelitian telah membuktikan EGCG sebagai senyawa yang memiliki efek anti virus, seperti virus Corona,” tegas ayah dua orang putra dan seorang putri itu.

Baca juga: Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan COVID-19, Wali Kota Terbitkan Surat Edaran

Djoko menyampaikan, bahwa Chen Wei (54), ahli biokimia terbaik di Tiongkok dan kawan-kawan mengatakan, ”Virus Corona masuk ke dalam sel melalui vesikel yang disebut endosom. Setelah masuk, ia melepaskan enzim yang disebut 3CL (3-chymotrypsin-like protease). Enzim ini menyerang sistem pertahanan sel terhadap coronavirus, sehingga virus dapat dengan mudah masuk ke dalam sel,” terangnya.

“Di antara berbagai obat herbal, teh dengan Theaflavin dan asam tanat-nya dapat menghambat aktivitas 3CL dengan baik,” ungkap Djoko seperti yang disampaikan oleh peneliti Chen Wei.

Jenderal Besar wanita, yang juga ahli epidemiologi, Chen menempatkan di garda depan dengan melakukan penelitian di sebuah laboratorium di Wuhan. Ia bersama timnya terus berjuang untuk menemukan vaksin demi menyudahi pandemi Covid-19.

“Daun teh yang mengandung EGCG, dengan kandungan antioksidan paling tinggi di dunia, yakni 100 kali dari Vitamin C terletak pada bagian daun tertentu,” tegas Djoko.

“Bukan pada pucuk daun teh. Tetapi pada bagian daun yang nomor 2, 3 dan 4,” lanjutnya. “Pada daun-daun itu kadar  Epigalokatekin Galat bisa mencapai 5-7 persen, tetapi pada daun yang ke lima, turun hanya tiga persen. Sedangkan pucuk daun hanya mengandung satu persen,” ungkap Djoko yang melakukan penelitian tentang khasiat teh hijau sejak 1996.

Awalnya pria yang berpenampilan sederhana ini melakukan penelitian manfaat teh hijau untuk mencegah perkembangan sel kanker. Dan hasil penelitiannya di beberapa tempat di antaranya Laboratorium Unair, UGM dan juga Jepang, sejak tahun 2015 itu dituangkan dalam produk MediTea (Teh Hijau), yang kini menjadi kebanggaan Universitas Airlangga.

Baca juga: Inilah Ketentuan Satgas tentang Protokol Kesehatan pada Masa Transisi Endemi COVID-19

Biasakan Minum Teh Hijau Saat Pandemi

Untuk mencegah virus Corona menembus sel-sel tubuh manusia, menurut Djoko cukup minum teh hijau yang mengandung EGCG cukup satu  gelas, dua kali sehari, pagi dan sore. Disamping bermanfaat untuk mencegah virus menembus sel-sel tubuh manusia, juga baik membunuh sel-sel kanker, mengatasi diabetes, jantung, stroke dan lainnya. 

Di dunia, teh  merupakan minuman yang paling popular setelah minum air biasa. Seperti diketahui, teh telah digunakan sejak 4000-5000 tahun yang lalu oleh bangsa China, untuk meningkatkan kesehatan serta mencegah beberapa penyakit. Hal ini diceritakan dalam buku Shen Nong Herbal Clasic. Negara Jepang, China dan negara Asia TImur Jauh, teh adalah salah satu minuman yang amat populer.

“Karena teh memiliki kandungan polifenol flavonoid  yang disebut katekin. Dan diantara senyawa katekin yang terdapat dalam teh, Epigalokatekin Galat (EGCG) merupakan komponen yang kadarnya paling tinggi. Sementara hambatan karsinogenesis teh hijau enam kali lebih tinggi dibandingan teh hitam,” pungkas guru besar yang pernah menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya ini. (ayn)

 

 

Editor : Ayun Rahmawati

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru