Penguatan Ekonomi Pesantren, Dinas Koperasi Jatim Gelar Workshop Manajerial untuk Pelaku OPOP

harianmerahputih.id
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa pada Workshop Manajerial Fasilitasi Penguatan Usaha bagi pelaku program One Pesantren One Product

MERAHPUTIH I SURABAYA – Upaya memberdayakan pesantren sebagai pusat pertumbuhan ekonomi umat kembali diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Pemprov Jatim menggelar Workshop Manajerial Fasilitasi Penguatan Usaha bagi pelaku program One Pesantren One Product (OPOP), yang berlangsung selama dua hari, 5 hingga 6 Mei 2025, di Hotel Aria Centra, Surabaya.

Sebanyak 50 peserta dari berbagai pondok pesantren di wilayah Jawa Timur mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan pelaku usaha pesantren yang tergabung dalam ekosistem OPOP, program unggulan Pemprov Jatim yang bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren melalui pengembangan unit usaha yang berbasis potensi lokal.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber profesional dari berbagai bidang yang relevan, mulai dari manajemen usaha, inovasi produk, hingga pengembangan pasar. Fokus pelatihan diarahkan untuk memperkuat kapasitas manajerial dan kewirausahaan peserta, agar mampu bersaing secara profesional dan berkelanjutan.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia pelaku usaha pesantren.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pesantren dapat mengoptimalkan perannya sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mampu membangun jejaring usaha yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Endy.

Lebih lanjut, Endy menjelaskan bahwa workshop ini tidak sekadar pelatihan rutin, melainkan menjadi fondasi penting bagi perencanaan jangka panjang OPOP Jawa Timur, khususnya dalam menyusun rencana kerja periode 2025–2030. Penguatan kapasitas manajerial, katanya, menjadi syarat utama agar unit usaha OPOP dapat tumbuh sebagai entitas ekonomi yang tangguh.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Menurut data yang dihimpun Dinas Koperasi dan UKM Jatim, saat ini terdapat 626 koperasi pondok pesantren aktif di Jawa Timur dari total 22.039 koperasi aktif di provinsi tersebut. Jumlah anggota koperasi pesantren mencapai lebih dari 85 ribu orang, dengan volume usaha mencapai Rp870,78 miliar.

“Ini potensi besar yang perlu terus kita dorong dan kelola dengan serius. Apalagi Indonesia saat ini sedang memperkuat posisinya sebagai pusat industri halal di Asia Tenggara, bahkan dunia. Pesantren harus mengambil bagian dalam agenda besar ini,” kata Endy.

Ia menekankan pentingnya pendekatan yang terintegrasi dalam pengembangan usaha OPOP, mulai dari aspek produksi, manajemen, hingga digitalisasi dan perluasan akses pasar. Dukungan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, lembaga keuangan, serta institusi pelatihan dan pendidikan, dinilai sangat krusial dalam membangun ekosistem usaha pesantren yang sehat dan berdaya saing.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Dinas Koperasi dan UKM Jatim siap menjadi jembatan sinergi bagi semua pihak yang ingin berkontribusi dalam pengembangan usaha OPOP. Fokus kami adalah meningkatkan kualitas produk, membuka akses pembiayaan, dan memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun internasional,” tuturnya.

Program OPOP sendiri telah digulirkan sejak beberapa tahun terakhir sebagai respon terhadap kebutuhan penguatan ekonomi berbasis komunitas pesantren. Melalui pendekatan pemberdayaan yang berbasis potensi lokal, OPOP diharapkan mampu melahirkan produk-produk unggulan pesantren yang mampu bersaing di pasar bebas.(dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru