MERAHPUTIH I SIDOARJO — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bersama jajaran pengurus partai mengunjungi Pondok Pesantren Bumi Shalawat, Sabtu (10/5/2025), di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat jalinan silaturahim antara partai berlambang pohon beringin dengan kalangan pesantren dan tokoh agama menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jawa Timur.
Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu diterima langsung oleh Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat, KH Agoes Ali Masyhuri atau yang akrab disapa Gus Ali. Dalam pernyataannya, Bahlil menyebut bahwa silaturahim ke tokoh agama merupakan bagian penting dari tradisi Partai Golkar, sekaligus bentuk komitmen memperkuat relasi dengan elemen keagamaan yang memiliki peran sentral di masyarakat.
Baca juga: Bahlil Jadi Salah Satu Menteri Dengan Kinerja Baik Versi ARCI, Begini Analisa Pakar
"Kami datang ke sini untuk bersilaturahim dengan KH Agoes Ali Masyhuri. Ini adalah bagian dari perjalanan spiritual dan kebangsaan kami, terutama menjelang Musda DPD Golkar Jatim. Hubungan antara partai politik dan tokoh agama harus terus dirawat demi pembangunan bangsa yang berakar pada nilai-nilai keagamaan," ujar Bahlil usai pertemuan.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan tersebut memiliki nilai kedekatan personal, mengingat dirinya memiliki hubungan baik dengan Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor, putra KH Agoes Ali Masyhuri yang juga mantan Bupati Sidoarjo periode 2021–2024. Keduanya, kata Bahlil, telah lama menjalin relasi sejak aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
"Ini bukan hanya kunjungan politik, tapi juga pertemuan keluarga dan sahabat. Saya punya hubungan emosional dengan Gus Muhdlor. Jadi kami datang juga untuk bertemu orang tua dari teman kami ini," tuturnya.
Dalam kunjungan itu, Bahlil didampingi oleh sejumlah elite partai, di antaranya Menteri Komunikasi Digital Meutya Hafid, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, serta Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Hadir pula Sekretaris Jenderal DPP Golkar Sarmuji, Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, dan Ketua DPP Golkar Bidang Organisasi Yahya Zaini.
Baca juga: Jadi Legislator Paling Populer Dengan Kinerja Terbaik di Jatim, Sarmuji Terus Komitmen Bantu Rakyat
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan hangat. Tidak hanya membahas soal agenda partai, rombongan juga mendiskusikan peran strategis pesantren dalam menjaga stabilitas sosial dan kebangsaan di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
Sementara itu, DPD Golkar Jawa Timur dijadwalkan akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah pada Sabtu (10/5/2025) di Surabaya. Agenda utama Musda kali ini adalah pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Jatim untuk periode 2025–2030.
Salah satu kandidat yang telah mendaftarkan diri adalah anggota DPR RI Ali Mufthi. Ia disebut-sebut memiliki dukungan kuat dari mayoritas pemilik suara. Berdasarkan keterangan Steering Committee Musda, Ali Mufthi didukung oleh 41 dari total 44 suara yang ada. Dengan dukungan tersebut, besar kemungkinan Musda kali ini akan menghasilkan keputusan secara aklamasi.
Jika terpilih, Ali Mufthi akan menggantikan kepemimpinan DPD Golkar Jatim dan memegang mandat untuk membangun konsolidasi partai menjelang Pemilu 2029, sekaligus memperkuat peran Golkar di tingkat regional, khususnya dalam mengawal isu-isu strategis di Jawa Timur.
Langkah Partai Golkar menjalin komunikasi dengan tokoh agama ini dinilai sebagai bagian dari strategi untuk merawat basis sosial keagamaan yang selama ini menjadi bagian penting dari peta kekuatan politik di wilayah Jawa Timur. Di sisi lain, hal ini juga menunjukkan keseriusan Golkar dalam memperluas jejaringnya di kalangan pesantren, yang selama ini menjadi aktor utama dalam pembinaan masyarakat di tingkat akar rumput. (red)
Editor : Redaksi