Henhen Herdiana: Juara Sudah di Tangan, Profesionalisme Tetap Dijaga

harianmerahputih.id
Bek PERSIB, Henhen Herdiana. (PERSIB.co.id/Sutanto Nurhadi Permana)

MERAHPUTIH I BANDUNG – Meski gelar juara Liga 1 2024/2025 telah dipastikan milik PERSIB Bandung, semangat kompetisi belum usai bagi bek kanan Henhen Herdiana. Ia menegaskan bahwa pertandingan terakhir melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (24/5/2025), tetap akan dijalani dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab.

Bagi Henhen, laga pamungkas yang dijadwalkan kick-off pada pukul 16.00 WIB tersebut bukan sekadar seremoni akhir musim. Lebih dari itu, kemenangan atas Persis Solo di kandang sendiri menjadi penutup sempurna perjalanan panjang PERSIB sekaligus bentuk penghormatan bagi para pendukung setia yang akan menyaksikan pengangkatan trofi juara secara langsung di Bandung—untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Baca juga: Lion City Sailors Kalahkan Persib 3-2, Perebutan Tiket 16 Besar Grup G Memanas

"Ini belum selesai. Kompetisi masih berjalan dan pertandingan terakhir bisa menjadi penilaian dan tolak ukur bagi pelatih untuk melihat siapa pemain yang betul-betul serius dan siapa yang tidak. Jadi tidak ada kata leha-leha," ujar Henhen saat ditemui usai sesi latihan di Stadion Sidolig, Kamis (22/5/2025).

Henhen, pemain kelahiran Bandung yang merupakan produk binaan akademi PERSIB, menegaskan bahwa dirinya dan seluruh pemain tetap memiliki tanggung jawab moral untuk tampil maksimal. Meski status juara sudah dikunci lebih awal, profesionalisme sebagai pesepak bola tidak boleh kendur.

“Meskipun PERSIB sudah juara, tapi kompetisi masih berjalan. Ceuk orang Sunda mah, wayahna bereskeun secara tuntas dan profesional,” katanya sambil tersenyum, mengutip pepatah lokal yang berarti “waktunya diselesaikan dengan tuntas dan profesional”.

Motivasi tim pun kian besar lantaran dalam tiga laga terakhir, PERSIB gagal memetik kemenangan penuh. Tren hasil imbang itu menjadi catatan tersendiri menjelang duel kontra Persis Solo. Oleh karena itu, menurut Henhen, kemenangan di laga penutup akan menjadi pelipur sekaligus penyempurna dari perjalanan gemilang PERSIB sepanjang musim ini.

Baca juga: PERSIB Tahan Gempuran Lion City Sailors, Babak Pertama Berakhir 1-1

"Kalau bisa ditutup dengan kemenangan di kandang sendiri, tentu akan lebih sempurna. Apalagi ini momen spesial untuk mengangkat trofi di depan Bobotoh,” kata pemain bernomor punggung 12 itu.

Dalam catatan redaksi, PERSIB terakhir kali menjadi juara kompetisi kasta tertinggi nasional pada musim 2014. Setelah penantian panjang lebih dari satu dekade, gelar musim ini terasa istimewa, terlebih karena diraih dengan performa konsisten sejak awal musim.

Pertandingan melawan Persis Solo juga akan menjadi momen puncak perayaan gelar yang sudah lama dinanti publik sepak bola Jawa Barat. Ribuan Bobotoh diperkirakan akan memadati Stadion GBLA untuk menyaksikan tim kesayangannya mengangkat trofi juara di rumah sendiri—sebuah skenario ideal yang tak selalu bisa didapat oleh setiap juara.

Baca juga: Target Juara Grup G, Saddil Tegaskan PERSIB Akan Tempur Total di Markas Lion City Sailors

Manajemen PERSIB sendiri telah menyiapkan rangkaian selebrasi, termasuk pawai kemenangan yang direncanakan berlangsung pada Minggu (25/5/2025) di pusat Kota Bandung, dengan pengamanan ketat dan pengaturan lalu lintas khusus dari kepolisian.

Henhen dan rekan-rekannya menyadari bahwa dukungan Bobotoh sejak awal musim menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan mereka. Oleh karena itu, laga terakhir tidak akan dijadikan ajang “pengenduran”, melainkan kesempatan untuk membalas cinta publik Bandung dengan performa terbaik.

“Trofi ini bukan hanya milik pemain atau pelatih, tapi juga milik Bobotoh dan masyarakat Jawa Barat. Jadi, kami ingin menunjukkan bahwa kami layak juara, sampai detik terakhir kompetisi,” pungkas Henhen.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru