MERAHPUTIH I SURABAYA — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melakukan kunjungan kerja ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (21/5/2025). Dalam pertemuan tersebut, ia disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pertemuan keduanya menjadi momentum penguatan sinergi antarprovinsi, khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, serta kerja sama sektor keuangan daerah.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Iqbal menuturkan bahwa pertemuan ini tidak hanya bersifat silaturahmi, melainkan juga menjadi ruang untuk membahas arah strategis penguatan hubungan antara NTB dan Jatim ke depan. Salah satu topik penting yang dibahas adalah peluang kerja sama antarkampus di kedua wilayah.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Kita juga berdiskusi mengenai kemungkinan meningkatkan kerja sama ke depan, termasuk antaruniversitas, karena beliau (Gubernur Khofifah) sangat intens dalam membina perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur,” ujar Iqbal.
Lebih jauh, diskusi juga menyentuh aspek sinergi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank NTB Syariah dengan Bank Jatim. Menurut Iqbal, kerja sama ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi perbankan daerah yang paling progresif.
“Menurut saya, kita adalah salah satu KUB yang paling maju dalam pelaksanaan implementasi kerja samanya. Ke depan, kita akan mengembangkan layanan remitansi. Bank NTB belum menjadi bank devisa, sementara Bank Jatim sudah, jadi kita akan manfaatkan itu, terutama karena NTB dan Jatim sama-sama menjadi daerah pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam jumlah besar,” katanya.
Iqbal menambahkan, hubungan ekonomi antara NTB dan Jatim sesungguhnya telah terbentuk sejak lama, bahkan sebelum konsep kerja sama lintas provinsi populer. Hubungan itu, katanya, tidak bisa dilepaskan meskipun secara geografis terpisah oleh Pulau Bali.
“Ekonomi Jatim dan NTB ini saling terkoneksi sejak zaman bahula. Misalnya, dalam sektor pertanian, NTB secara rutin menyuplai komoditas jagung ke Jawa Timur. Sebaliknya kami mendatangkan kebutuhan pakan ternak yang diproduksi dari Jawa Timur. Hal ini memperkuat alasan untuk mempererat kerja sama ekonomi antarwilayah. Maka tidak bisa tidak, kami harus memperkuat kerja sama di bidang ekonomi,” ujarnya.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik komitmen Gubernur NTB dalam menjalin sinergi antardaerah. Menurutnya, komunikasi antarprovinsi menjadi krusial dalam menghadirkan tata kelola pembangunan yang saling menguatkan.
“Komunikasi antar-Gubernur, antar-daerah, antarprovinsi, itu sangat penting. Indonesia ini sangat luas, dan banyak potensi sinergi serta kolaborasi yang bisa dimaksimalkan,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, kerja sama antarbank daerah, seperti antara Bank NTB dan Bank Jatim, menjadi contoh konkret bagaimana penguatan ekonomi daerah bisa dilakukan secara bersama-sama. Hal ini sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membuka peluang bagi daerah-daerah untuk membentuk KUB.
“Kebetulan ada regulasi baru dari OJK, sehingga beberapa provinsi melakukan KUB bank daerahnya dengan Bank Jatim. NTB adalah salah satu provinsi yang telah mendapat izin dari OJK untuk itu. Ini menjadi bagian penting dalam penguatan lembaga perbankan daerah,” ucap Khofifah.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Di akhir kunjungan, Khofifah memberikan buah tangan khas Jawa Timur kepada Iqbal berupa buah lengkeng varietas kateki. Lengkeng ini dikenal unggul karena memiliki ukuran buah yang besar, daging yang tebal, serta rasa manis dengan biji kecil dan aroma lembut.
Lengkeng kateki memiliki kulit berwarna cokelat dengan bintik cokelat tua dan daging buah putih bening. Buah ini juga memiliki kadar air yang rendah sehingga tidak lembek saat dikonsumsi.
Dengan semangat kerja sama yang terus dibangun, kedua pemimpin daerah ini berharap hubungan antara NTB dan Jatim dapat terus tumbuh kuat, berkelanjutan, dan saling menguntungkan dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.(dpr)
Editor : Redaksi