Gubernur Jatim Tinjau Lokasi Longsor dan Banjir di Trenggalek, Mitigasi dan Relokasi Jadi Prioritas

harianmerahputih.id
Gubernur Khofifah turun langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Kamis (22/5/2025) pagi

MERAHPUTIH I TRENGGALEK — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Kamis (22/5/2025) pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, Khofifah telah berada di lokasi kejadian untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.

Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah didampingi Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Kepala Dinas Sosial Jatim, serta jajaran teknis dari Dinas PU Cipta Karya, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Bina Marga. Tinjauan itu dilakukan untuk mengkoordinasikan langkah penanggulangan serta mitigasi bencana lanjutan di kawasan rawan tersebut.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Khofifah menyampaikan bahwa upaya mitigasi akan dibantu oleh Universitas Brawijaya, yang memiliki peralatan canggih untuk mendeteksi pergerakan air bawah tanah yang menjadi salah satu pemicu longsor.

“Dari Universitas Brawijaya punya alat cukup canggih untuk mendeteksi titik-titik yang diindikasikan masih ada aliran air di bawahnya. Jalan yang kita lewati tadi terlihat mulai retak. Kalau di bawahnya masih ada aliran air, dan ditambah intensitas hujan tinggi, maka sangat mungkin jalan itu terbelah,” ujar Khofifah.

Untuk itu, sejumlah penanda seperti bendera semaphore dipasang di titik-titik rawan longsor agar relawan dan warga bisa mengetahui wilayah yang harus diwaspadai. “Ini bagian dari mitigasi. Dengan alat dari Brawijaya, kita bisa lebih presisi menentukan titik-titik yang memang harus diwaspadai,” tambahnya.

Sambil menunjuk ke sebuah rumah di atas tebing, Khofifah mencontohkan pentingnya relokasi bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor. Ia menegaskan bahwa proses identifikasi titik relokasi kini tengah dilakukan secara terpadu, agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

“Memang titik-titik relokasi sedang kami identifikasi agar tetap dekat dengan sumber mata pencaharian warga. Kalau bisa dekat dan memungkinkan untuk segera dibangun, maka akan lebih baik,” kata Khofifah.

Ia menekankan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mempercepat proses relokasi, namun pemilihan lokasi yang disetujui masyarakat tetap menjadi tantangan tersendiri. “Pak kades akan membantu mengidentifikasi lahan mana yang kira-kira bisa diterima masyarakat,” imbuhnya.

“Bagi kami di Pemprov, makin cepat mendapatkan tempat yang aman dan nyaman itu makin baik. Pemprov siap membantu pemulihan dan pembangunan rumah warga di lokasi baru nanti,” tegas Khofifah.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Dalam proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsor, Polres Trenggalek mengerahkan anjing pelacak serta tim Inafis dari Polda Jawa Timur. “Kami mohon doa agar proses identifikasi dan pencarian korban bisa segera membuahkan hasil,” ujar Khofifah.

Selain meninjau lokasi longsor, Gubernur juga mengunjungi kawasan Bendungan Bagong yang terdampak banjir. Pembuangan material tanah proyek strategis nasional (PSN) di sekitar bendungan diduga menjadi pemicu pendangkalan sungai dan luapan air.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menyampaikan bahwa Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial bersama Kementerian Sosial RI telah membuka dapur umum dan mendistribusikan ribuan nasi bungkus untuk para korban dan tim relawan.

“Hari ini kami mendistribusikan 850 bungkus nasi untuk tiga kali pengiriman ke lokasi longsor, khusus untuk personel pencarian,” ujar Restu.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Sementara untuk wilayah terdampak banjir, Dinas Sosial mencatat telah mendistribusikan 3.800 nasi bungkus ke lima kecamatan, yakni: Pogalan: 1.300 bungkus, Trenggalek: 693 bungkus, Gandusari: 850 bungkus, Durenan: 125 bungkus, Bendungan: sisanya disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. 

Langkah cepat ini menjadi bagian dari respons tanggap darurat Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam merespons bencana hidrometeorologi yang terus meningkat intensitasnya di wilayah selatan Jatim.

Khofifah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan terus memantau informasi dari pemerintah daerah. “Mitigasi bencana ini memerlukan peran serta semua pihak, termasuk warga. Kami ingin setiap langkah yang diambil berorientasi pada keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat,” ujarnya. (DPR) 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru