MERAHPUTIH I SURABAYA — Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Bali United pada Kamis malam (23/5) di Stadion Gelora Bung Tomo bukan sekadar laga penutup musim Liga 1 2024/2025. Laga pekan ke-34 itu akan menjadi panggung terakhir bagi gelandang senior Muhammad Hidayat bersama Persebaya.
Setelah tujuh musim penuh dedikasi dan perjuangan, Hidayat akan menanggalkan seragam hijau kebanggaan Kota Pahlawan. Kepergian pemain yang akrab disapa Dayat ini menandai akhir sebuah era, era kesetiaan dan ketangguhan yang membentuk fondasi Persebaya sejak mereka bangkit dari keterpurukan pada 2017.
Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”
“Untuk menghormati Dayat, dia kemungkinan besar akan tampil dan menjabat sebagai kapten. Apakah sejak menit pertama atau babak kedua, kita putuskan di hari pertandingan,” ujar Asisten Pelatih Persebaya, Uston Nawawi, dalam konferensi pers pra-pertandingan, Rabu (22/5).
Uston menegaskan bahwa pertandingan ini bukan sekadar perjuangan untuk meraih tiket kompetisi Asia, melainkan juga bentuk penghormatan mendalam kepada sosok yang telah menjadi simbol loyalitas di tengah pusaran dunia sepak bola profesional yang dinamis.
Dayat bergabung dengan Persebaya pada 2017, saat klub ini baru kembali ke kancah sepak bola nasional usai pencabutan keanggotaannya oleh PSSI. Ia adalah satu-satunya pemain yang terus bertahan sejak era Liga 2, menjuarai kompetisi tersebut, hingga konsisten mengawal Persebaya di Liga 1 selama bertahun-tahun.
Dalam rentang waktu itu, gelandang kelahiran Banjarmasin ini mencatatkan 161 penampilan resmi. Ia dikenal sebagai sosok tangguh di lini tengah, pekerja keras yang tak banyak bicara, tetapi selalu menjawab kepercayaan dengan performa yang stabil. Bagi Bonek, kehadiran Dayat lebih dari sekadar peran taktis di lapangan, ia adalah identitas dan kebanggaan klub.
“Kami melihat Dayat bukan hanya sebagai pemain. Ia adalah bagian dari sejarah dan jiwa tim ini,” ujar Andri, seorang Bonek yang telah mengikuti laga-laga Persebaya sejak 2017. “Saat dia menginap pertama kali di Karanggayam, tak ada yang tahu ia akan bertahan selama ini. Tapi dia memilih untuk terus berjuang bersama kami.”
Namun, musim terakhirnya bersama Bajul Ijo tidak berjalan seperti yang diharapkan. Cedera di akhir musim 2023 membuatnya harus absen lama. Sepanjang musim 2024/2025 ini, ia belum sekalipun tampil. Pemulihan berjalan perlahan, tetapi Dayat tidak menyerah. Ia terus berlatih demi kembali ke performa terbaik.
Kini, setelah dinyatakan pulih, Dayat menghadapi kenyataan pahit: musim depan ia harus mencari tempat baru demi menjamin menit bermain yang cukup. Keputusan yang tidak mudah, tetapi realistis demi masa depannya di lapangan hijau.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
“Saya berterima kasih kepada semua pihak di Persebaya—manajemen, pelatih, rekan-rekan, dan tentu saja Bonek,” kata Dayat dalam pernyataan singkatnya. “Persebaya bukan hanya klub. Ini adalah keluarga.”
Pertandingan kontra Bali United diprediksi akan berlangsung dengan tensi tinggi. Selain menjadi laga terakhir musim ini, kedua tim masih berpeluang mengamankan tiket menuju kompetisi antarklub Asia. Namun, di balik atmosfer kompetitif itu, momen perpisahan Dayat akan menjadi fokus emosional.
Diperkirakan, Stadion Gelora Bung Tomo akan dipenuhi puluhan ribu Bonek yang datang tak hanya untuk mendukung tim kesayangan mereka, tetapi juga memberikan salam terakhir kepada sang legenda.
Sebuah koreografi khusus dan chant penghormatan telah disiapkan oleh suporter untuk mengiringi momen Dayat menginjakkan kaki di lapangan, entah dari menit awal atau sebagai pengganti.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
“Kami akan bernyanyi sekuat tenaga malam itu. Dayat adalah bagian dari hidup kami. Tak akan ada Dayat kedua,” tutur Fajar, anggota Bonek Tribun Kidul.
Meski akan meninggalkan Persebaya, masa depan Dayat masih terbuka luas. Beberapa klub Liga 1 dikabarkan sudah mengincarnya. Namun, bagi sebagian Bonek, pintu Persebaya tidak pernah tertutup bagi sang legenda.
Apakah Dayat akan kembali suatu saat nanti? Uston Nawawi menjawab singkat, “Never say never.”
Laga Persebaya vs Bali United pada Kamis malam akan menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Ia adalah penutup musim yang menyimpan memori, perpisahan yang penuh makna, dan penghargaan atas dedikasi seorang pemain yang namanya akan terus hidup di hati para pecinta Green Force. (RED)
Editor : Redaksi