Dua Jenazah Korban Longsor Trenggalek Ditemukan, Empat Masih Dalam Pencarian

harianmerahputih.id
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua dari enam korban yang tertimbun tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek.

MERAHPUTIH I TRENGGALEK — Senja belum benar-benar datang ketika tubuh pertama diangkat dari reruntuhan tanah dan puing rumah di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek. Waktu menunjukkan pukul tiga sore lewat ketika tim SAR gabungan menarik satu jenazah perempuan dari balik lapisan tanah setebal hampir dua meter, Kamis, 22 Mei 2025. Tak sampai sejam berselang, pukul 16.01 WIB, tubuh kedua menyusul ditemukan.

“Keduanya ditemukan tertimbun material longsor di bekas reruntuhan rumah,” kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, di lokasi operasi, Kamis petang.

Baca juga: Wagub Emil Ingatkan Ancaman Longsor di Jatim: Pegunungan hingga Pesisir Selatan Harus Siaga

Pencarian yang berlangsung sejak pagi itu mengandalkan kejelian anjing pelacak dari Unit K9 milik Satwa Polda Jawa Timur dan SAR Dog Indonesia (SDI). Dua ekor anjing itu, kata Didit, sejak pagi menunjukkan tanda yang konsisten di titik reruntuhan yang sama. Tim segera menggali dengan hati-hati di bawah guyuran gerimis yang terus turun sejak malam sebelumnya.

“Marking dari Sardog terbukti akurat. Penemuan jenazah ini sesuai dengan prediksi mereka,” ujar Didit.

Kedua jenazah segera dievakuasi ke posko darurat yang didirikan di tepi jalan desa, lalu diserahkan ke kepolisian untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Inafis Polda Jawa Timur. Mobil ambulans dari RSUD dr. Soedomo, Trenggalek, membawa keduanya dalam iring-iringan yang hening.

Identitas dua korban kemudian dikonfirmasi oleh keluarga dan warga sekitar. Mereka adalah Yatemi, 70 tahun, dan Mesinem, 90 tahun. Nama keduanya sebelumnya sudah masuk dalam daftar enam orang yang hilang pascalongsor yang menerjang Senin dini hari, 19 Mei 2025.

“Rumah yang tertimbun itu memang milik korban. Tetangga dan kerabat langsung mengenali,” kata Nanang Pujo, Koordinator Pos SAR Trenggalek.

Baca juga: Semeru Naik ke Level Awas, Erupsi Meningkat Tajam dan Radius Bahaya Diperluas

Menurut Nanang, proses evakuasi masing-masing jenazah berlangsung sekitar 20 menit. Cuaca menjadi faktor yang menghambat kecepatan penggalian. Setelah dua jasad ditemukan, tim memutuskan menghentikan sementara operasi karena hujan deras kembali mengguyur lokasi. Risiko longsor susulan tak bisa diabaikan.

“Kami akan lanjutkan pencarian besok pagi. Keselamatan tim tetap jadi prioritas utama,” ujar Nanang.

Di tempat terpisah, Kepala Kepolisian Resor Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, mengatakan bahwa identifikasi secara forensik masih dilakukan tim DVI. Meski keluarga korban telah mengenali secara fisik, namun kepolisian tetap menunggu hasil resmi tim medis.

Baca juga: Pemprov Jateng Kerahkan Bantuan Cepat untuk Korban Longsor Banjarnegara

“Dugaan kami mengarah kuat pada dua nama tersebut. Tapi kami tetap menunggu hasil identifikasi untuk memastikan,” kata Ridwan.

Longsor besar yang terjadi Senin lalu itu bukan kejadian biasa. Seluruh tebing yang berdiri di belakang permukiman warga ambruk akibat hujan deras yang mengguyur sepanjang malam. Sedikitnya 10 rumah terdampak, dengan tiga di antaranya tertimbun total. Enam warga dinyatakan hilang.

Selain Yatemi dan Mesinem, empat nama lain yang masih dinyatakan hilang adalah Nitin (36), Tulus (65), Yatini (50), dan Torik, balita berusia dua tahun. Keluarga para korban masih bertahan di tenda pengungsian di halaman balai desa, berharap kabar dari regu penyelamat yang terus menyisir sisa reruntuhan.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru