MERAHPUTIH I SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Pameran Kampoeng Kreasi 2025 di Royal Plaza Surabaya, Kamis (29/5/2025). Kegiatan tahunan ini menjadi panggung strategis bagi pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) untuk memamerkan produk unggulan serta memperluas jaringan pasar melalui pendekatan kreatif dan inovatif.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya pelaku UMKM terus mengembangkan daya saing produk melalui inovasi dan kreativitas. Ia menyebut, aspek inovatif menjadi krusial untuk mempertahankan eksistensi sekaligus memperluas pangsa pasar di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
"Para pelaku UMKM jangan pernah merasa kecil hati. Pangsa pasar untuk produk UMKM di dalam dan luar negeri masih sangat terbuka lebar. Namun demikian, kreativitas dan inovasi adalah keharusan untuk bisa bertahan dan berkembang," ujar Khofifah dalam pembukaan pameran yang dihadiri puluhan pelaku usaha dan ratusan pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Pameran Kampoeng Kreasi 2025 diikuti lebih dari puluhan UMKM yang bergerak di berbagai sektor seperti kuliner, fesyen, kriya, kosmetik berbasis herbal, hingga teknologi terapan berbasis lokal. Acara ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan mendorong transformasi digital bagi pelaku usaha mikro.
Gubernur Khofifah menekankan bahwa peran UMKM sebagai penopang utama perekonomian nasional tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia menyebut, sektor ini mampu menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja dan menyumbang sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
"UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, strategi pemberdayaan UMKM tidak bisa bersifat sektoral, tapi harus holistik. Mulai dari pelatihan, pembiayaan, digitalisasi, hingga penguatan akses pasar harus dilakukan secara simultan," ujarnya.
Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan swasta, akademisi, dan komunitas kreatif dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Ia menyebut pendekatan pentahelix menjadi kunci dalam mempercepat transformasi UMKM Jawa Timur menuju ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Perluas Akses Pasar Lewat Ekspansi Digital dan Branding
Dalam rangka memperluas akses pasar, Pemprov Jatim juga terus mendorong pelaku UMKM untuk memperkuat brand dan memanfaatkan platform digital. Menurut Khofifah, keberadaan e-commerce, media sosial, dan kanal distribusi digital lainnya merupakan peluang strategis untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
"Produk bagus tapi tidak dikemas dengan baik akan sulit bersaing. Maka, pelaku UMKM perlu memperhatikan packaging, storytelling produk, serta memanfaatkan saluran digital secara optimal," ujar mantan Menteri Sosial itu.
Ia juga menyebut bahwa pelaku usaha tidak boleh terlena dengan pasar lokal. Pasar luar negeri saat ini sangat terbuka bagi produk-produk yang memiliki keunikan, nilai budaya, dan kualitas yang kompetitif. Pemerintah, kata dia, akan terus memfasilitasi pelatihan ekspor, sertifikasi halal, dan izin edar agar produk UMKM lebih siap masuk pasar global.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Menutup sambutannya, Khofifah kembali memberikan semangat kepada para pelaku UMKM agar tidak berhenti berinovasi dan percaya pada potensi diri. Ia menekankan bahwa kekuatan ekonomi lokal sangat ditentukan oleh keberanian masyarakatnya dalam berkarya.
"Jadi kepada para UMKM, saya ingin menyampaikan bahwa market kita masih sangat luas. Tapi harus tetap kreatif, tetap inovatif, dan menyesuaikan dengan selera pasar. Jangan berhenti beradaptasi dan teruslah melahirkan produk yang punya nilai tambah," tegasnya. (red)
Editor : Redaksi