Dedi Mulyadi Raih Kepuasan Tertinggi Publik se-Pulau Jawa, Gubernur Banten Paling Rendah

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

MERAHPUTIH I JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperoleh tingkat kepuasan publik tertinggi di antara kepala daerah se-Pulau Jawa dalam 100 hari pertama masa kepemimpinannya. Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis Rabu (28/5/2025), sebanyak 95 persen warga Jawa Barat menyatakan puas terhadap kinerja Demul, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Survei ini merupakan evaluasi terhadap kinerja enam gubernur di Pulau Jawa, mencakup Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif kepada kepala daerahnya, dengan catatan variasi signifikan antara satu provinsi dan provinsi lainnya.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan bahwa capaian Dedi Mulyadi tergolong impresif karena tidak hanya unggul secara keseluruhan, tetapi juga memiliki proporsi responden yang mengaku “sangat puas” dalam jumlah tinggi.

“Sementara di Jawa Barat, total itu 94,7 persen. Kalau dibulatkan, berarti 95 persen warga Jawa Barat yang puas terhadap kinerja Dedi Mulyadi. Bahkan, yang menjawab sangat puas itu cukup tinggi, yakni 41 persen,” ujar Burhanuddin dalam pemaparan hasil survei di Jakarta.
Menurut data Indikator, dari 600 responden yang diwawancarai di Jawa Barat, sebanyak 41 persen menyatakan sangat puas, 54 persen cukup puas, 4 persen kurang puas, dan tidak ada yang menyatakan tidak puas sama sekali. Adapun 1 persen sisanya tidak memberikan jawaban.

Di bawah Dedi Mulyadi, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menempati posisi kedua dengan tingkat kepuasan publik sebesar 84 persen. Selanjutnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menempati posisi ketiga dengan tingkat kepuasan 76 persen, disusul Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (62 persen), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (60 persen), dan Gubernur Banten Andra Soni di posisi terakhir dengan 51 persen.

Berikut daftar lengkap hasil survei kepuasan publik terhadap 100 hari evaluasi kinerja gubernur di Pulau Jawa versi Indikator Politik Indonesia:

-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi — 95 persen
-Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X — 84 persen
-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa — 76 persen
-Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi — 62 persen
-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung — 60 persen
-Gubernur Banten, Andra Soni — 51 persen

“Jika kita melihat tren ini, jelas ada perbedaan persepsi publik yang cukup tajam. Dedi Mulyadi berhasil memaksimalkan masa awal pemerintahannya untuk menampilkan kinerja konkret yang langsung dirasakan masyarakat,” kata Burhanuddin.

Survei dilakukan pada 12–19 Mei 2025 melalui wawancara tatap muka. Jumlah responden bervariasi di tiap provinsi: 500 orang di DKI Jakarta, 600 orang di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta masing-masing 400 orang di DIY dan Banten. Margin of error berkisar antara ±4,1 hingga ±5 persen, tergantung jumlah responden di masing-masing wilayah. Tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Kuesioner yang digunakan mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap berbagai aspek kinerja gubernur, mulai dari pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga respons terhadap isu-isu lokal.

Capaian tinggi Dedi Mulyadi dalam survei ini menambah modal politik signifikan bagi mantan Bupati Purwakarta itu. Setelah dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat pada Februari 2025, Dedi banyak mendapat sorotan atas program-program terobosannya, seperti penataan pasar tradisional, pelayanan kesehatan berbasis komunitas, serta pendekatan sosial-kultural di kawasan pedesaan.

Namun di tengah euforia kepuasan publik ini, Dedi juga menghadapi tantangan non-administratif. Salah satunya adalah insiden terkirimnya ular kobra ke kediamannya yang sempat mencuat di media sosial. Dalam pernyataannya kepada awak media, Dedi meminta pelaku agar berhenti melakukan tindakan intimidatif.

“Saya ingatkan yang kirim ular itu, nanti ketangkep juga. Jangan main-main dengan cara-cara seperti itu,” ujar Dedi singkat, Selasa (27/5/2025).

Baca juga: HKTI Deklarasikan Jatim Lumbung Ternak, Inovasi Peternakan Jadi Fokus

Sementara itu, rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap Gubernur Banten Andra Soni menjadi catatan penting. Meskipun baru dilantik awal tahun ini, publik tampaknya belum merasakan dampak signifikan dari kinerjanya. Analis politik menilai, hal ini perlu ditindaklanjuti dengan perbaikan komunikasi publik dan percepatan program kerja.

Hasil survei ini menjadi acuan penting dalam memotret dinamika kepemimpinan di tingkat provinsi, khususnya di Pulau Jawa yang memegang porsi signifikan dalam pemetaan politik nasional. Meski bukan penentu tunggal, tren semacam ini kerap menjadi indikator awal terhadap prospek politik figur-figur kepala daerah dalam kontestasi yang lebih luas, termasuk pemilu mendatang.

Burhanuddin Muhtadi mengingatkan bahwa 100 hari memang bukan ukuran akhir, namun cukup untuk menunjukkan arah dan gaya kepemimpinan seorang gubernur.

“Publik cepat membaca mana pemimpin yang langsung kerja dan mana yang terlalu berhitung. Dalam era keterbukaan informasi, persepsi bisa terbentuk hanya dalam hitungan minggu,” pungkasnya.(RED)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru