MERAHPUTIH I SIDOARJO — Suasana berbeda tampak menyelimuti halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur di Waru, Sidoarjo, Sabtu (7/6/2025) pagi. Di bawah langit cerah, para pegawai BPBD bergotong royong bersama warga sekitar, mempersiapkan pemotongan hewan kurban dalam rangka peringatan Idul Adha 1446 Hijriah.
Sebanyak delapan ekor sapi dan empat ekor kambing disembelih pada peringatan tahun ini. Daging kurban dikemas menjadi 1.000 paket dan didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu di sejumlah wilayah. Namun, bagi BPBD Jatim, prosesi ini bukan semata ritual tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
”Ini bukan hanya soal berbagi daging, tetapi juga membangun ikatan sosial dan spiritual antara BPBD dan masyarakat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, di sela kegiatan.
Gatot menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana. Menurut dia, membangun resiliensi masyarakat tak cukup hanya dengan infrastruktur dan pelatihan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak,” ujarnya.
Penyembelihan hewan kurban melibatkan warga sekitar, sementara pendistribusian paket daging dilakukan melalui koordinasi dengan tokoh masyarakat. Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran.
Ketua Panitia Kurban BPBD Jatim, Galih Perwira Kusuma, menuturkan bahwa seluruh hewan kurban merupakan hasil donasi dari para pegawai.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Dari pimpinan hingga staf, semua ikut menyisihkan rezekinya. Ini adalah wujud solidaritas internal kami,” kata Galih.
Jumlah hewan kurban yang meningkat dibandingkan tahun lalu menjadi salah satu indikator tumbuhnya kebersamaan di lingkungan BPBD. Namun, menurut Galih, yang terpenting adalah pesan kemanusiaan yang disampaikan melalui kegiatan ini.
Dalam menghadapi tantangan kebencanaan seperti banjir, longsor, dan kekeringan, pendekatan humanis menjadi salah satu strategi yang diutamakan BPBD Jatim. Nilai-nilai keikhlasan dan pengorbanan yang terkandung dalam Idul Adha disebut menjadi inspirasi dalam kerja-kerja kemanusiaan BPBD.
”Idul Adha memberi kita pelajaran tentang nilai pengorbanan. Nilai itu pula yang kami bawa dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan sehari-hari,” ujar Gatot.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Melalui kegiatan ini, BPBD Jatim berharap dapat menyemai harapan bahwa di tengah ancaman bencana yang kian kompleks, masih ada ruang untuk saling menjaga, berbagi, dan membangun ketahanan bersama. (red)
Editor : Redaksi