MERAHPUTIH I JAKARTA — Tim Nasional Indonesia resmi bertolak ke Osaka, Jepang, untuk melakoni laga pamungkas putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Meski pertandingan kontra Jepang pada Selasa (10/6/2025) tak lagi menentukan nasib skuad Garuda, duel ini tetap sarat gengsi dan menjadi panggung penting menuju babak selanjutnya.
Rombongan Timnas Indonesia meninggalkan hotel di Jakarta pada Sabtu (7/6/2025) pagi, tepat pukul 10.45 WIB. Suasana penuh semangat tampak mengiringi keberangkatan tim, terlebih ketika sebagian besar pemain mengenakan jam tangan berkelas yang merupakan hadiah dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Aksesori tersebut bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi juga simbol dukungan penuh dari pimpinan negara kepada para punggawa Garuda.
Baca juga: Kapten Persija Rizky Ridho Masuk Nominasi Puskas Award 2025, Gol Spektakulernya Guncang Dunia
Pelatih kepala Patrick Kluivert memboyong 30 pemain dalam lawatan ke Negeri Matahari Terbit. Namun, seperti regulasi FIFA, hanya 23 nama yang akan masuk ke daftar susunan pemain melawan Jepang. Tim dijadwalkan tiba di Osaka pada Sabtu malam waktu setempat dan akan langsung melakoni sesi latihan singkat sebagai bagian dari adaptasi dan penyempurnaan taktik.
Indonesia melangkah ke Osaka dengan rasa lega setelah memastikan diri lolos ke babak keempat usai membungkam China 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Gol tunggal kemenangan dari Rafael Struick tak hanya mengangkat moral tim, tetapi juga memupus keraguan publik terhadap kapasitas skuad racikan Kluivert.
Kemenangan ini menempatkan Indonesia di posisi keempat Grup C, sementara Jepang kokoh di puncak dan sudah mengantongi tiket otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026.
Dengan hasil yang sudah tak mengubah klasemen, banyak yang mengira laga kontra Jepang hanya formalitas. Namun, tidak demikian bagi tim pelatih. Patrick Kluivert menegaskan bahwa pertandingan ini adalah bagian penting dalam proses pembentukan mental juara.
“Kami akan tetap bermain maksimal. Jepang adalah tim kuat, dan ini kesempatan untuk menguji kesiapan tim sebelum memasuki fase yang lebih berat,” ujar Kluivert dalam keterangan resmi sebelum keberangkatan.
Dalam lawatan ini, Timnas Indonesia mendapat tambahan kekuatan penting. Dua pemain andalan gelandang kreatif Marselino Ferdinan dan penjaga gawang utama Maarten Paes dipastikan kembali merumput setelah absen pada laga sebelumnya karena akumulasi kartu kuning. Kehadiran mereka diharapkan mampu menambah stabilitas di lini tengah dan pertahanan.
Marselino, yang kini bermain di Eropa, dikenal sebagai motor serangan yang mampu menciptakan peluang dari situasi sulit. Sementara Paes menjadi tembok kokoh yang kerap menggagalkan peluang emas lawan. Kembalinya dua sosok kunci ini membawa angin segar menjelang laga melawan salah satu kekuatan utama sepak bola Asia.
Baca juga: Hangatnya Diplomasi di Istana Merdeka: Prabowo dan Lula Rayakan Persahabatan Indonesia–Brasil
Dengan status laga yang tidak krusial bagi klasemen, Patrick Kluivert diperkirakan akan melakukan rotasi pemain. Hal ini bertujuan menguji kedalaman skuad dan memberi menit bermain bagi pemain yang selama ini menunggu di bangku cadangan.
Beberapa nama muda seperti Arkhan Kaka, Witan Sulaeman, dan Ivar Jenner disebut akan mendapat kesempatan tampil sejak menit awal. Strategi ini juga dimaksudkan untuk menjaga ritme permainan tim sekaligus membangun chemistry antarpemain dalam skenario berbeda.
Bagi Indonesia, pertandingan melawan Jepang bukan hanya soal skor, tetapi juga ujian karakter. Jepang yang diasuh Hajime Moriyasu akan turun dengan kekuatan penuh, sebagai bagian dari persiapan menuju putaran final Piala Dunia. Tantangan ini menjadi momen tepat bagi para pemain Indonesia untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi Asia.
Atmosfer pertandingan diprediksi berlangsung intens di hadapan puluhan ribu suporter tuan rumah di Osaka. Namun, dukungan dari tanah air tetap mengalir deras. Media sosial dipenuhi pesan-pesan semangat untuk skuad Garuda, yang kini berada di ambang sejarah baru sepak bola nasional.
“Kami tahu apa yang harus dilakukan. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya numpang lewat di kualifikasi,” ucap Marselino sebelum berangkat ke Jepang.
Lolosnya Indonesia ke babak keempat menandai kemajuan signifikan sejak terakhir kali tim Merah Putih bersaing di kualifikasi zona Asia. Dalam fase berikutnya, tantangan akan semakin berat karena tim-tim terbaik Asia mulai berkumpul, termasuk Korea Selatan, Iran, Arab Saudi, hingga Australia.
Namun, dengan semangat muda dan bimbingan pelatih kelas dunia seperti Kluivert, optimisme tetap menyala. Laga melawan Jepang menjadi awal dari babak baru perjuangan Garuda untuk terbang lebih tinggi tak hanya bermimpi ke Piala Dunia, tetapi benar-benar menapakkan kaki di turnamen bergengsi itu (red)
Editor : Redaksi