MERAHPUTIH I BANDUNG — Libur panjang tak berarti lepas sepenuhnya dari kewajiban menjaga kondisi fisik. Hal inilah yang menjadi perhatian tim pelatih fisik Persib Bandung menjelang persiapan musim kompetisi 2025/2026. Mulai pekan kedua Juni ini, para pemain Persib telah dijadwalkan mengikuti program latihan mandiri yang dirancang secara khusus untuk menjaga kebugaran selama masa jeda.
Pelatih fisik Persib, Miro Petric, menuturkan bahwa program ini menjadi langkah awal dalam menyambut musim baru. Setelah melalui musim 2024/2025 yang panjang dan melelahkan, aspek pemulihan fisik dan mental menjadi perhatian utama. Namun demikian, ritme latihan tetap perlu dijaga agar para pemain tidak kehilangan kondisi idealnya.
Baca juga: Risto Mitrevski Kembali ke Persebaya, Pemulihan Cedera Bahu Masuki Fase Penting
“Musim lalu sangat menuntut, bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental. Karenanya penting bagi para pemain untuk benar-benar beristirahat. Namun istirahat itu bukan berarti berhenti total. Mereka tetap harus aktif agar transisi ke latihan penuh nanti tidak terasa berat,” kata Petric, Minggu (8/6/2025).
Petric, pelatih asal Kroasia yang bergabung bersama Persib sejak musim lalu, menekankan pentingnya keseimbangan antara waktu istirahat dan tanggung jawab sebagai atlet profesional. Ia menilai para pemain Persib telah menunjukkan kedewasaan dan pemahaman yang baik terhadap kebutuhan tubuh mereka masing-masing.
“Saya tetap berkomunikasi dengan beberapa pemain. Mereka tahu batasannya. Bahkan saat libur, kebanyakan dari mereka tetap aktif. Pemain profesional sudah sangat mengenal tubuh mereka sendiri. Mereka tahu kapan harus mulai bergerak,” ujar dia.
Bersama tim pelatih lainnya, terutama Yaya Sunarya, Petric menyusun program latihan bertahap yang dimulai dua pekan sebelum para pemain dijadwalkan kembali ke pusat latihan tim. Latihan dirancang agar tidak mengganggu waktu istirahat, namun cukup efektif menjaga ritme fisik.
Baca juga: PERSIB Siap Bentrok dengan Pemuncak Klasemen, Hodak Minta GBLA Bergelegar
“Program yang kami susun dimulai dengan latihan ringan, tidak membutuhkan banyak waktu. Tujuannya adalah menjaga kelenturan otot, stabilitas, dan kebugaran umum. Intensitasnya akan meningkat secara bertahap seiring semakin dekatnya waktu latihan bersama,” jelasnya.
Latihan mandiri ini terdiri dari beberapa menu seperti latihan kardio ringan, mobilitas tubuh, penguatan otot inti, serta latihan fleksibilitas. Para pemain mendapatkan panduan latihan melalui platform digital dan dipantau secara berkala oleh staf pelatih.
Petric juga menambahkan, kepercayaan menjadi bagian penting dalam hubungan antara pelatih dan pemain. Ia menaruh keyakinan penuh bahwa skuad Maung Bandung akan menjalankan program tersebut dengan disiplin dan kesadaran diri.
Baca juga: PERSIB Panaskan Mesin Jelang Hadapi Borneo FC, Tolic Pimpin Latihan di Tengah Absennya Hodak
“Mereka tidak perlu diawasi setiap saat. Saya percaya pada profesionalisme mereka. Justru penting bagi mereka untuk bisa sedikit menjauh dari rutinitas harian, termasuk dari saya,” ujar Petric sembari tersenyum.
Dengan jadwal musim baru yang diperkirakan akan kembali padat, strategi awal seperti ini menjadi krusial. Petric menyadari bahwa keberhasilan sebuah tim bukan hanya ditentukan oleh sesi latihan intensif di lapangan, tetapi juga oleh manajemen pemulihan dan kesiapan sejak tahap paling awal. (red)
Editor : Redaksi