Surabaya Genjot Daya Tarik Investasi Lewat IPRO dan Layanan Perizinan Super Cepat

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya terus menajamkan strategi menarik investor dengan menyiapkan dokumen Investment Project Ready-to-Offer (IPRO)—portofolio proyek terkurasi lengkap dengan pra-studi kelayakan. Langkah ini menjadi amunisi utama kota Pahlawan dalam mempromosikan peluang investasi secara lebih terstruktur dan meyakinkan.

Pelaksana Tugas Kepala DPMPTSP Surabaya, Lasidi, menegaskan IPRO menjadi magnet bagi investor karena hanya berisi proyek yang sudah diseleksi dan dianalisis mendalam. “IPRO ini mempermudah investor melihat potensi Surabaya karena seluruh proyek yang ditawarkan sudah dilengkapi kajian awal,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Dengan pendekatan tersebut, Surabaya berharap arus modal masuk makin deras, terutama di sektor prioritas yang menopang pembangunan berkelanjutan. Tren ini sejalan dengan capaian investasi triwulan III tahun 2025 yang telah menyentuh Rp31,3 triliun, mendekati target tahunan Rp42,69 triliun.

Data Kementerian Investasi/BKPM juga menempatkan Surabaya sebagai kota dengan kontribusi besar pada sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi. Sektor perdagangan, perumahan, konstruksi, dan jasa turut memperkuat struktur ekonomi kota.

Tak hanya mengejar angka, Surabaya mendorong investasi ramah lingkungan. Sebagai salah satu Pilot City program transisi energi SETI, pemkot tengah mengembangkan kebijakan efisiensi energi dan teknologi hijau. Kerja sama sister city dengan Kitakyushu, Jepang, jadi salah satu pintu untuk memperkuat kolaborasi teknologi dan investasi masa depan.

Dari sisi layanan, Surabaya menggenjot kemudahan perizinan melalui OSS dan SSW. Semua layanan teknis kini terintegrasi di Mal Pelayanan Publik Siola, memungkinkan izin terbit hanya dalam 1–4 hari kerja. “Investor tidak perlu lagi bolak-balik. Semua ada di satu pintu,” kata Lasidi.

Beragam kanal bantuan juga disiapkan, mulai dari Klinik Investasi, Lapis Lupis untuk penyelesaian hambatan perizinan dan LKPM, hingga Pesona Buaya sebagai layanan jemput bola bagi UMK. Tak ketinggalan, Si Pintar, chatbot interaktif perizinan, hadir membantu pelaku usaha 24 jam.

Pemkot juga membentuk Tim Percepatan Investasi yang mengawal kebijakan dari perencanaan hingga monitoring realisasi. “Semua upaya ini memastikan investasi yang masuk tidak hanya besar di angka, tapi benar-benar terealisasi,” tegas Lasidi.

Dengan strategi yang makin komprehensif, Surabaya memantapkan diri sebagai salah satu kota dengan ekosistem investasi paling progresif di Indonesia. (sub)

Editor : Redaksi