MERAHPUTIH I BANDUNG — Musim baru, harapan baru. PERSIB Bandung perlahan tapi pasti mulai merajut kembali kekuatan untuk mengarungi kompetisi Liga 1 dan AFC Champions League Two 2025/26. Dimulai dari langkah berani memperkenalkan Saddil Ramdani sebagai amunisi anyar, klub kebanggaan Jawa Barat ini menunjukkan keseriusan membangun tim yang tak hanya kompetitif, tapi juga matang secara strategi.
Langkah ini, menurut pelatih kepala Bojan Hodak, merupakan bagian dari proses panjang yang sudah dirancang sejak akhir musim lalu. Pria asal Kroasia itu menegaskan bahwa proses rekrutmen tidak dilakukan secara impulsif. Ia dan tim pelatih telah menyusun daftar kebutuhan tim dengan cermat, menyasar posisi-posisi yang kehilangan pengisi utama seiring hengkangnya sejumlah pilar musim lalu.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
“Kami tidak hanya membeli nama besar, tapi mencari pemain yang bisa memberi dampak langsung. Kami sudah mengidentifikasi titik-titik lemah kami, dan Saddil adalah bagian dari solusi itu,” ujar Hodak, Kamis (12/6).
Saddil Ramdani, eks winger Sabah FC yang dikenal dengan kecepatan dan visi bermainnya, menjadi wajah pertama dari regenerasi Maung Bandung. Namun Hodak memastikan, Saddil bukanlah satu-satunya wajah baru. Sejumlah pemain tambahan telah masuk dalam radar, dengan proses negosiasi yang kini tengah berjalan di balik layar.
“Saya percaya tim ini akan lebih kuat dari musim lalu. Kami sudah belajar dari beberapa kekurangan musim kemarin dan berusaha menyempurnakannya dengan pemain-pemain yang punya kualitas teknik tinggi dan karakter tangguh,” kata Hodak.
Soal karakter, Hodak menekankan pentingnya mentalitas juang. Ia menyadari bahwa untuk bisa bersaing di dua kompetisi yang berbeda, tak cukup hanya mengandalkan keterampilan individu. Dibutuhkan etos kerja, adaptasi cepat, dan kesiapan bermain dalam tekanan besar terutama di hadapan Bobotoh, suporter fanatik PERSIB yang tak pernah sepi dukungan.
“Teknik bisa dilatih, tapi karakter adalah sesuatu yang harus melekat. Itu sebabnya kami sangat selektif. Kami butuh pemain yang tidak hanya siap bermain, tapi juga siap berjuang,” tegasnya.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
Meski antusiasme Bobotoh mulai membuncah, Hodak meminta pendukung setia PERSIB untuk menahan ekspektasi di awal musim. Menurutnya, setiap pemain baru pasti memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer kompetisi di Indonesia, gaya main PERSIB, hingga dinamika internal tim.
“Butuh waktu. Tidak semua pemain bisa langsung nyetel. Ada yang cepat, ada juga yang butuh beberapa pekan atau bahkan bulan. Tapi saya percaya, dengan kerja sama yang baik dan dukungan dari Bobotoh, tim ini akan menyatu dan tumbuh menjadi kekuatan yang solid,” katanya.
Lebih jauh, Hodak menegaskan bahwa proses pembangunan tim bukan sekadar menambal lubang, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang. Ia ingin PERSIB tidak hanya sukses sesaat, melainkan juga memiliki kesinambungan prestasi yang berkelanjutan.
Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United
Liga 1 2025/26 tentu menjadi fokus utama PERSIB. Namun partisipasi di AFC Champions League Two menambah tantangan sekaligus peluang. Tim yang diperkuat nama-nama muda dan berpengalaman ini diharapkan mampu berbicara banyak di kancah regional.
“Kami ingin tampil sebagai representasi Indonesia yang disegani. Liga Asia bukan hanya panggung, tapi juga cermin dari bagaimana kita mengelola sepak bola. Kami ingin membawa PERSIB tampil terhormat,” tutur Hodak.
Dengan Saddil Ramdani sebagai pembuka jalan, PERSIB memulai lembaran baru. Di balik setiap rekrutmen yang dilakukan, tersimpan harapan akan lahirnya tim yang tak hanya bertaji di atas kertas, tetapi juga solid di lapangan hijau. Dan di tengah semua itu, suara Bobotoh akan tetap menjadi irama yang mengiringi perjalanan Maung Bandung musim ini. (red)
Editor : Redaksi