MERAHPUTIH I BANDUNG — Sebuah babak telah ditutup di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Di balik sorak sorai pendukung, lembar terakhir perjalanan seorang penyerang tajam ditulis. David da Silva, sosok yang begitu akrab dengan pelukan gawang lawan, resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Persib Bandung usai kompetisi Liga 1 musim 2024/2025.
Tiga setengah musim, lebih dari seratus laga, dan hampir tujuh puluh gol itulah angka-angka yang menjadi saksi. Namun, kisah David bersama Persib jauh melampaui statistik. Ia bukan sekadar penyerang, melainkan simbol dari era kebangkitan klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
"Hatur nuhun, David. Gol dan assist yang nyaris tak pernah berhenti dari kakimu berkontribusi besar terhadap prestasi tinggi Persib," ujar Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, saat mengumumkan perpisahan secara resmi.
Ucapan itu bukan basa-basi. Sejak bergabung pada paruh kedua musim 2021/2022, David da Silva langsung menjadi tulang punggung lini depan Maung Bandung. Ketajamannya konsisten, ketekunannya membara, dan loyalitasnya tak tergoyahkan bahkan saat cedera mulai membayang.
Dengan torehan 69 gol dalam 103 laga, ia menorehkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak Persib di era Liga Indonesia, mengungguli legenda seperti Sutiono Lamso dan Cristian Gonzales. Namun, lebih dari itu, ia menjadi aktor utama dalam sejarah back-to-back champion Persib pada musim 2023/2024 dan 2024/2025 capaian yang sebelumnya hanya jadi impian.
Musim 2023/2024 menjadi klimaks kariernya bersama Persib. Ia bukan hanya top skor klub, melainkan juga pemuncak daftar pencetak gol Liga 1 dengan 30 gol dalam semusim sebuah angka yang mencerminkan bukan hanya ketajaman, melainkan konsistensi di tengah ketatnya persaingan.
Musim berikutnya, meski diganggu cedera, ia tetap menunjukkan kelas. Bahkan saat membawa Persib berlaga di pentas Asia—AFC Champions League Two—ia tetap bersinar. Tiga gol dari empat penampilan membuatnya menjadi top skor klub di kompetisi kontinental bersama Tyronne del Pino.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
David tidak hanya mencetak gol. Ia membangun hubungan yang emosional dengan pendukung, memimpin dengan teladan di lapangan, dan memberi makna bagi setiap langkah Persib dalam membangun dinasti baru.
Kini, sang bintang pamit. Tapi jejaknya akan tetap tertanam dalam nadi klub. Tak hanya di buku rekor, tapi juga di hati para Bobotoh yang menyaksikannya jatuh, bangkit, dan membawa kejayaan pulang ke Bandung.
"Selamanya bagian dari keluarga besar Persib. Selamanya bagian dari sejarah biru," kata Adhitia menutup pernyataan resmi klub.
Di tengah segala kesedihan perpisahan, Persib memilih untuk merayakan. Merayakan kontribusi. Merayakan dedikasi. Dan merayakan legenda yang kini melangkah ke lembar baru.
Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United
Terima kasih, David da Silva. Cerita biru tak akan pernah lengkap tanpamu. (red)
Editor : Redaksi