Mendhut Interhash 2026: Ribuan Pelari Dunia Siap Serbu Borobudur hingga Prambanan

harianmerahputih.id
panitia Mendhut Interhash 2026 saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (16/6/2025).

MERAHPUTIH I SEMARANG – Suasana damai di antara candi-candi tua di Magelang dan Klaten bakal berubah menjadi titik kumpul lintasan internasional. Tanggal 8–10 Mei 2026, kawasan Candi Borobudur hingga Candi Prambanan akan menjadi tuan rumah Prambanan Mendhut Interhash 2026, sebuah ajang lari lintas alam yang bukan sekadar olahraga, melainkan juga pesta budaya dan reuni global.

Hingga pertengahan Juni 2025, panitia mencatat sebanyak 1.865 peserta dari 34 negara telah memastikan keikutsertaannya. Dan angka itu belum final.

Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan

“Peserta Interhash rata-rata tinggal 10 hari. Ini tiga kali lipat dari kunjungan wisatawan biasa,” ujar Prasetyo Ari Wibowo, perwakilan panitia saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (16/6/2025). “Bayangkan efeknya bagi hotel, rumah makan, tukang bakpia, hingga penjual kaos oblong.”

Interhash 2026 bukan sekadar lomba lari. Tak ada podium juara. Yang ada hanyalah rute menantang, tawa lepas, dan bir dingin di garis akhir. Komunitas Hash House Harriers (HHH) dari seluruh dunia yang dikenal dengan motto “a drinking club with a running problem” akan berkumpul, berlari, dan berpesta di jantung Jawa.

Ada lintasan pendek sejauh 6 kilometer untuk pemula, hingga super long yang mencapai 26 kilometer, menembus lembah, sawah, hutan, dan candi-candi purba. Semua dikemas dalam balutan lokalitas dan keramahan khas Jawa.

Baca juga: Posyandu Enam SPM Dikebut, Jateng Siapkan Lompatan Layanan Publik

Tak hanya berlari, peserta juga akan menikmati rangkaian acara seperti Red Dress Run di mana seluruh peserta berlari dengan busana merah mencolok hingga The Great Java Train Rumble, sebuah pengalaman unik menjelajah jalur rel klasik di Jawa Tengah.

Gubernur Luthfi menyambut penuh semangat rencana besar ini. “Event seperti ini bukan hanya olahraga, ini panggung untuk promosi Jawa Tengah ke mata dunia,” katanya. Bahkan, Luthfi mengaku siap menggandeng mitra internasional dari Prancis yang baru ia temui saat kunjungan kerja ke Kepri beberapa waktu lalu.

Pemerintah provinsi akan memberi dukungan penuh, mulai dari infrastruktur hingga promosi internasional.

Baca juga: Pemprov Jateng Kerahkan Bantuan Cepat untuk Korban Longsor Banjarnegara

“Ini harus jadi pesta kita bersama. Bukan cuma untuk pelari asing, tapi juga untuk UMKM kita, seniman lokal, dan masyarakat desa di sekitar candi,” pungkas Luthfi.

Dengan semangat kolaborasi dan persiapan matang, Jawa Tengah tampaknya tengah bersiap menjadi lintasan yang tak hanya menguras tenaga, tapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang tanah yang kaya budaya, keramahan, dan keindahan alam.(RED)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru