PTN BH Didorong Jadi Pilar Inovasi dan Solusi Bangsa

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah dalam forum Gala Dinner Majelis Senat Akademik PTN BH se-Indonesia yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (19/6) malam

MERAHPUTIH I SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan pentingnya peran strategis Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dalam menghadapi tantangan revolusi teknologi dan transformasi dunia kerja. Dalam forum Gala Dinner Majelis Senat Akademik PTN BH se-Indonesia yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (19/6) malam, Khofifah menegaskan bahwa perguruan tinggi harus melangkah lebih jauh dari sekadar institusi pendidikan menjadi pusat solusi dan inovasi yang nyata.

“Disrupsi teknologi telah mengubah lanskap ketenagakerjaan. Banyak pekerjaan yang digantikan mesin dan kecerdasan buatan. Maka, PTN BH harus menjadi garda terdepan dalam melahirkan terobosan baru,” ujar Khofifah.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Ia mencontohkan penerapan otomasi dalam industri peternakan ayam di Blitar yang hanya dikelola tiga orang pekerja untuk 24 ribu ayam, berkat digitalisasi. Menurutnya, inovasi seperti ini harus dimaknai sebagai dorongan bagi dunia kampus untuk tidak tertinggal oleh zaman.

Dalam pandangan Khofifah, kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sangat diperlukan. Sinergi tersebut, katanya, akan mendorong terciptanya lapangan kerja baru, peningkatan kompetensi lulusan, serta memperkuat daya saing bangsa.

Khofifah juga menekankan pentingnya paradigma Kampus Berdampak, yang diharapkan selaras dengan upaya Pemprov Jatim dalam menjalankan prinsip Birokrasi Berdampak—yakni memastikan setiap kebijakan dan anggaran memberikan manfaat konkret dan terukur bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi soal masa depan bangsa. Kampus tidak cukup hanya mencetak sarjana. Ia harus menghasilkan pemecah masalah,” katanya.

Di Jawa Timur, lanjut Khofifah, berbagai program pendidikan menengah juga diarahkan agar terhubung langsung dengan dunia kerja. Program seperti SMA Double Track dan SMK berbasis kebutuhan industri menjadi bentuk konkret dari upaya menyambungkan pendidikan dengan realitas lapangan.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Unesa, Dr. Martadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti 170 delegasi dari 24 PTN BH dan berlangsung selama dua hari. Salah satu topik yang akan dibahas adalah evaluasi sistem penerimaan mahasiswa baru (SPMB) agar lebih sinkron dengan sistem pendidikan dasar dan menengah.

Adapun Wakil Ketua Majelis Senat PTN BH dari Universitas Andalas, Prof. Syafrizal, menuturkan bahwa forum senat akademik ini merupakan ruang penting bagi para akademisi untuk merumuskan langkah strategis dan menjaga marwah kampus sebagai penjaga mutu dan integritas akademik.

“Ini forum dialog dan pengawasan moral akademik. Kita bahas isu kampus dan kontribusi nyata untuk bangsa,” katanya.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Melalui forum ini, Gubernur Khofifah berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi menara gading, tetapi hadir nyata di tengah masyarakat sebagai mitra pembangunan yang berpihak pada kemajuan dan kemandirian nasional. (red) 

 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru