Mini Soccer di Bawah Menara: Ketika Sepak Bola dan Tahfidz Menyatu di Masjid Al-Akbar

harianmerahputih.id
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Al-Akbar Mini Soccer di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Sabtu (28/6/2025)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Udara pagi yang sejuk di kawasan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (28/6), terasa berbeda. Ratusan orang mengikuti Jalan Sehat menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, mengelilingi halaman masjid sembari membawa harapan baru. Namun bukan hanya langkah kaki yang mengisi pagi itu, melainkan juga jejak sejarah yang ditorehkan: peresmian Al-Akbar Sport Center (ASC), fasilitas olahraga baru dengan lapangan mini soccer di pelataran timur masjid megah tersebut.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung dalam seremoni yang diselingi pertandingan persahabatan seru antara Tim Takmir Masjid Baitul Hamdi Pemprov Jatim dan Tim Takmir MAS. Skor akhir 3-3, tapi semangatnya menang.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Hijrah Nabi Muhammad SAW adalah perjalanan membangun peradaban. Bukan hanya soal berpindah tempat, tapi soal visi pendidikan, sosial, dakwah, bahkan ekonomi. ASC ini bagian dari semangat itu,” tutur Khofifah penuh makna, di hadapan para santri dan jamaah yang memadati area kegiatan.

Hari itu, Khofifah tak sekadar meresmikan lapangan sepak bola. Ia juga menandatangani prasasti pendirian Akademi Tahfidz dan Sepak Bola ASC MAS, program yang menyatukan dua dunia: olahraga dan penghafalan Al-Qur’an. Bagi Khofifah, inilah jejak semangat Piagam Madinah—persatuan dalam keberagaman dan kekuatan dari sinergi antara ruhani dan jasmani.

“Saya ingin anak-anak MI dan MTs di sini bisa tumbuh menjadi hafidz yang juga jago menggiring bola. Siapa tahu, kelak kita punya Ronaldo atau Messi dari Surabaya yang juga penghafal Qur’an, yang membanggakan bangsa dan agama,” ujarnya dengan nada bangga sekaligus penuh doa.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Helmy M Noor, Humas Masjid Al-Akbar, menjelaskan bahwa masjid kini tidak bisa hanya menjadi tempat ibadah dalam arti sempit. “Masjid harus relevan bagi masyarakat. Ia harus menjadi pusat kehidupan. Edukasi, ekonomi, budaya, olahraga—semuanya harus hadir,” jelasnya.

ASC hadir sebagai bagian dari transformasi itu. Setelah menghadirkan Menara 99 meter, Air Mancur, Edupark, Taman Asmaul Husna, hingga Urban Farming, kini Masjid Al-Akbar memberi ruang bagi generasi muda untuk bertumbuh melalui ASC.

Fungsi ASC tak tanggung-tanggung: pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, dan Qurani. Setiap pekan, siswa MI dan MTs akan menggunakannya sebagai sarana ekstrakurikuler. Anak-anak yatim, marbot, dan remaja masjid pun akan mendapatkan hak yang sama untuk bermain dan belajar di sana.

Baca juga: HKTI Deklarasikan Jatim Lumbung Ternak, Inovasi Peternakan Jadi Fokus

“Dan ini bukan hanya soal olahraga. Ini adalah dakwah yang menyentuh cara berpikir Gen Z. Melalui sepak bola, kita bisa mendekatkan masjid kepada anak muda,” ujar Helmy.

Bagi Masjid Al-Akbar, lapangan mini soccer ini adalah lebih dari sekadar fasilitas. Ia adalah panggung bagi lahirnya generasi baru: yang kuat fisiknya, cerdas akalnya, dan lembut jiwanya. Yang menyatu dalam satu cita—menjadi manusia seutuhnya di bawah cahaya Qur’an. (DPR)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru