MERAHPUTIH I KOTA BATU — Aries Agung Paewai kembali dipercaya untuk memimpin Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Jawa Timur. Dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Kota Batu, Sabtu (29/6), Aries terpilih secara aklamasi setelah seluruh pengurus cabang (Pengcab) memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinannya.
Musprov yang berlangsung dalam suasana hangat itu juga dihadiri Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M Nabil. Dalam sambutannya, Nabil menekankan pentingnya Gabsi Jatim terus berinovasi dalam upaya mencetak atlet berprestasi serta memperluas basis pembinaan olahraga bridge di Jawa Timur.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Latihan saja tidak cukup. Atlet perlu pengalaman bertanding yang konsisten agar dapat mengasah mental dan strategi permainan,” ujar Nabil. Ia mendorong agar Gabsi Jatim lebih aktif menggelar kejuaraan, baik tingkat lokal maupun nasional, serta mengirimkan atletnya ke berbagai ajang kompetitif di luar daerah. “Sering-seringlah menggelar kejuaraan atau mengikutsertakan atlet ke event nasional. Itu kunci membangun mental bertanding,” kata dia.
Selain mendorong peningkatan jam terbang atlet, M Nabil juga menggarisbawahi momentum pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025 di Kota Batu sebagai peluang strategis dalam mencari bibit unggul. “Porprov adalah laboratorium talenta. Dari ajang ini, kita bisa temukan atlet muda potensial yang bisa dibina lebih lanjut sebagai pelapis utama,” ujarnya.
Dalam sambutannya usai terpilih, Aries Agung Paewai mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh seluruh Pengcab Gabsi se-Jatim. Ia menyebut amanah ini bukan sekadar kepercayaan, tetapi juga sebuah tantangan besar untuk membawa olahraga bridge Jawa Timur ke jenjang yang lebih tinggi.
“Ini tanggung jawab yang tidak ringan. Tapi saya percaya, dengan dukungan seluruh elemen, kita bisa melanjutkan apa yang telah kita mulai dan memperkuat apa yang masih kurang,” kata Aries, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Menurut Aries, sejumlah program yang telah dijalankan pada periode sebelumnya akan terus diperkuat. Ia menyebut beberapa inisiatif penting yang telah dilaksanakan, seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Gubernur Jatim, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), hingga penyelenggaraan Bridge League yang dijadwalkan berlangsung enam seri dalam satu tahun.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Turnamen-turnamen ini bukan hanya panggung bagi para atlet untuk bertanding, tetapi juga menjadi media evaluasi bagi pelatih dan pengurus dalam melihat perkembangan atlet binaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah memperluas cakupan pembinaan ke daerah-daerah yang belum tersentuh. “Kami ingin lebih banyak kabupaten/kota aktif membina atlet bridge. Kami akan intensif berkoordinasi dengan Pengcab dan membuka ruang pelatihan di berbagai zona,” tuturnya.
Keberlanjutan program dan regenerasi atlet menjadi sorotan utama dalam periode kepemimpinan Aries. Ia menilai, keberhasilan jangka panjang tidak bisa hanya ditopang oleh atlet senior, melainkan juga memerlukan pasokan talenta muda yang dipersiapkan secara sistematis.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“Regenerasi adalah kunci. Karena itu, kami akan fokus menyentuh komunitas pelajar dan mahasiswa, menggandeng sekolah-sekolah, bahkan membentuk klub bridge di lingkungan pendidikan,” ungkap Aries.
Ia juga berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan stakeholder olahraga untuk bersama-sama membesarkan cabang bridge yang selama ini kurang mendapat sorotan seperti cabang populer lainnya. “Bridge adalah olahraga strategi, ini bisa melatih daya pikir, konsentrasi, dan pengambilan keputusan. Nilai-nilai itu selaras dengan pendidikan,” imbuhnya.
Musprov Gabsi Jatim kali ini menjadi awal dari lembaran baru, sekaligus pengingat akan komitmen pembinaan jangka panjang yang membutuhkan kerja kolektif, konsistensi, dan kesabaran. Aries Agung Paewai, bersama jajaran pengurus yang baru, kini kembali memegang kendali arah pengembangan olahraga bridge di Jawa Timur, membawa harapan bahwa pembinaan tidak sekadar ajang formalitas, tetapi sebuah gerakan strategis menuju prestasi dan keberlanjutan. (red)
Editor : Redaksi