MERAHPUTIH I JAKARTA — Di tengah riuh rendah bursa transfer Liga 1 yang semakin dinamis, ada satu keputusan yang tidak lahir dari hitungan bisnis semata. Ketika banyak pemain memilih jalur rasional, Hansamu Yama justru menapaki jalan yang kerap kali dianggap usang: loyalitas. Ia bertahan di Persija Jakarta, klub yang telah ia bela dengan sepenuh hati. Satu musim lagi, satu perjuangan lagi, demi lambang Monumen Nasional yang tersemat di dada.
Musim 2024/2025 mungkin bukan musim terbaik bagi bek tengah kelahiran Mojokerto, 16 Januari 1995, itu. Hampir separuh musim ia harus menepi akibat cedera yang menggerogoti ritme bermainnya. Namun, ketika kesempatan kembali datang, Hansamu tidak menyia-nyiakannya.
Baca juga: Persebaya Gaspol ke Lampung, Uston Pastikan Skuad Tetap Bugar Meski Jadwal Melelahkan
Adalah laga melawan Borneo FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada 10 Desember 2025, yang menjadi titik balik. Ia masuk di menit ke-82 — bukan waktu yang panjang, tetapi cukup untuk menandai kembalinya seorang pejuang ke medan laga. Delapan bulan menanti, delapan bulan bergelut dengan rasa sakit, kini tertuntaskan oleh satu langkah kecil yang bermakna besar.
Sejak saat itu, Hansamu bermain dalam 19 pertandingan, enam di antaranya sebagai starter yang tak tergantikan sepanjang laga. Statistik semata mungkin tidak mampu menggambarkan peran pentingnya di lapangan. Sebab Hansamu bukan sekadar palang pintu pertahanan. Ia adalah simbol determinasi, keberanian, dan kedewasaan dalam menghadapi tekanan.
Baca juga: PERSIB Langsung Terbang ke Surabaya, Siapkan Diri Hadapi Madura United di Tengah Padatnya Jadwal
Manajemen Persija menyodorkan kontrak baru, bukan hanya sebagai bentuk apresiasi atas kinerja di lapangan, tetapi juga karena klub melihat sosok yang lebih dari sekadar pemain. Dalam diri Hansamu, Macan Kemayoran menemukan sosok pemimpin yang mampu menjadi jangkar dalam tim yang terus dibangun.
“Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk membela tim kebanggaan orang Jakarta ini,” ujar Hansamu dalam keterangan resmi klub. “Sebenarnya musim ini banyak tawaran dari tim lain yang masuk ke saya, tapi saya lebih memprioritaskan Persija daripada yang lain.”
Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar
Pernyataan itu bukan basa-basi. Sebab dalam jagat sepak bola profesional yang penuh godaan finansial dan prestise instan, keputusan untuk bertahan membutuhkan lebih dari sekadar keyakinan. Dibutuhkan keterikatan emosional yang kuat — dan itulah yang dimiliki Hansamu terhadap Persija.
“Bagi saya, Persija sudah menjadi rumah kedua dan saya merasa nyaman di sini,” tambahnya. “Terakhir dari saya, it’s about loyalty, not royalty, but they don’t understand. Persija selamanya, terima kasih banyak.” (red)
Editor : Redaksi