MERAHPUTIH I JAKARTA — Nama Rahmad Darmawan kembali mencuat ke panggung utama sepak bola nasional. Mantan pelatih tim nasional Indonesia itu ditunjuk sebagai juru taktik tim Liga Indonesia All Star yang akan berlaga dalam turnamen pramusim Piala Presiden 2025. Penunjukan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengalaman dan rekam jejak panjang masih menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah tim di level kompetitif.
Rahmad Darmawan, atau yang akrab disapa Coach RD, bukan nama baru dalam peta sepak bola nasional. Sejak awal 2000-an, ia telah menjelajahi berbagai klub di tanah air, mencetak prestasi, dan melahirkan banyak pemain berbakat. Puncak kariernya sebagai pelatih klub tercatat saat membawa Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura menjuarai Liga Indonesia. Tak berhenti di sana, ia juga pernah menangani sejumlah tim besar seperti Persija Jakarta, Arema, Persikota Tangerang, Mitra Kukar, hingga Barito Putera.
Baca juga: Kapten Persija Rizky Ridho Masuk Nominasi Puskas Award 2025, Gol Spektakulernya Guncang Dunia
Pengalamannya bahkan menyeberang batas negara. Pada tahun 2015, Rahmad sempat berkarier di Malaysia bersama klub T-Team, menambah daftar panjang pengalaman kepelatihan lintas negara. Di level tim nasional, ia dipercaya mengarsiteki Timnas Indonesia U-23, dan sukses mempersembahkan dua medali perak pada ajang SEA Games 2011 dan 2013.
Penunjukan Rahmad sebagai pelatih tim Liga Indonesia All Star diumumkan oleh Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2025, Arya Sinulingga, pada akhir pekan ini. Dalam pernyataannya, Arya menegaskan bahwa pilihan ini didasari oleh pertimbangan teknis dan historis.
“Coach RD dipilih karena memiliki reputasi bagus di sepak bola Indonesia. Dia juga mantan pemain dan pelatih timnas. Pernah juga membawa klub menjuarai Liga Indonesia,” ujar Arya.
Lebih lanjut, Arya menekankan bahwa selain portofolio prestasi, aspek legal dan teknis juga menjadi pertimbangan. “Coach RD punya pengalaman panjang melatih klub di Indonesia maupun luar negeri. Terakhir, ia juga telah mengantongi lisensi kepelatihan yang cukup untuk menangani klub profesional di kasta tertinggi,” imbuhnya.
Baca juga: Garuda Gagal Curi Poin di Jeddah, Tumbang Tipis 2-3 dari Arab Saudi
Penunjukan Rahmad Darmawan memberi warna tersendiri dalam turnamen ini. Selain akan membentuk tim ad hoc yang terdiri dari pemain-pemain terbaik Liga 1, pelatih kelahiran Metro, Lampung ini juga menghadapi tantangan waktu dan kekompakan tim. Dalam kurun waktu yang sempit, RD dituntut meramu tim yang kompetitif dan mampu menunjukkan identitas permainan.
Namun, dengan jam terbang yang tinggi serta pemahaman mendalam terhadap kultur sepak bola nasional, publik menaruh harapan besar kepada pelatih yang juga pernah berkarier sebagai perwira TNI ini.
Baca juga: Erick Thohir Apresiasi Surabaya: Kota Pahlawan Jadi Laboratorium Talenta Muda Sepak Bola Indonesia
Turnamen ini akan menjadi panggung pembuktian, bukan hanya bagi pemain, tetapi juga pelatih, bahwa pengalaman panjang dan dedikasi jangka panjang tetap menjadi elemen penting dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih kuat. (red)
Editor : Redaksi