MERAHPUTIH I KOTA MALANG — Matahari pagi baru saja menyembul di balik lereng Gunung Panderman saat derap langkah kuda mulai menggema di PJRS Puncak Joyo, Kota Malang, Senin (30/6/2025). Arena hijau di kaki pegunungan itu menjadi saksi pembuka cabang olahraga berkuda equestrian dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025.
Atmosfer kompetisi terasa kuat sejak dini hari. Para atlet muda berbaju putih rompi hitam dengan helm dan sepatu mengilap tampak mempersiapkan kuda tunggangan mereka dengan penuh dedikasi. Tak hanya sekadar adu kecepatan atau kelincahan, olahraga equestrian menuntut keselarasan sempurna antara penunggang dan kuda—satu kesatuan harmoni yang menjadi inti dari nomor-nomor seperti dressage dan show jumping.
Di hari pertama pelaksanaan, dua nomor bergengsi langsung digelar: dressage walk trot beregu dan dressage introductory beregu. Masing-masing nomor terdiri dari empat kelas berbeda, menjadi medan pembuktian ketangguhan sekaligus keanggunan dalam teknik berkuda.
Dan hasilnya, Kota Surabaya langsung mencuri perhatian. Kontingen mereka yang diperkuat Annerose Reese, Mia Alessandra, Elaine Dior, dan Ghaniyyu Arkan tampil meyakinkan di nomor walk trot beregu. Dengan total nilai 208,125 persen, mereka berhak menggenggam medali emas dan menempatkan Surabaya di posisi terdepan dalam klasemen sementara cabor equestrian.
“Kerja sama tim dan kekompakan rider serta kuda sangat menentukan. Hari ini, semuanya berjalan sesuai rencana,” ujar pelatih tim Surabaya usai pengumuman hasil lomba.
Sementara itu, di nomor introductory beregu, Kota Batu berhasil mencuri emas lewat penampilan ciamik dari timnya: Smeil Firdaus, Putri Maylafaiza, Ryan Aditya, dan Arfa Putra. Catatan skor 196,750 persen mengungguli Kabupaten Sidoarjo dan tuan rumah Kota Malang yang harus puas di posisi ketiga.
Baca juga: Kembali Juara Porprov Jatim 2025, Surabaya Akui Target Emas Tak Tercapai—Bonus Tetap Mengalir
Menurut Budi Tulodo, Technical Delegate cabor equestrian, capaian hari pertama ini bukan hanya mencerminkan kualitas atlet, tetapi juga menunjukkan konsistensi Porprov Jatim dalam membina olahraga berkuda.
“Meski hanya dua nomor yang dipertandingkan hari ini, jumlah pesertanya luar biasa—mencapai 100 atlet. Yang menarik, banyak di antaranya berusia 10 hingga 16 tahun. Ini pertanda baik bagi masa depan equestrian Jawa Timur,” ungkap Budi.
Di sela-sela arena, beberapa kuda tampak digiring dengan lembut oleh pelatih menuju paddock, sementara para atlet muda sibuk berdiskusi dengan pelatih atau menyimak hasil penilaian juri. Di kejauhan, keluarga dan pendukung memberi tepuk tangan setiap kali peserta selesai berlaga, menambah semarak suasana yang tetap dijaga tertib dan penuh respek.
Baca juga: Bojonegoro Lampaui Target, Torehkan Prestasi Terbaik di Porprov Jatim 2025
Porprov Jatim kali ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga panggung pembuktian bahwa olahraga berkuda bukanlah milik kalangan elite semata. Keikutsertaan puluhan atlet muda dari berbagai kabupaten/kota menunjukkan inklusivitas yang kian membaik, dan Porprov menjadi medium strategis untuk memperluas akses serta pembinaan cabor ini.
Laga belum usai. Di hari kedua esok (1/7/2025), persaingan akan makin sengit. Jadwal pertandingan mencakup dressage walk trot individu serta dressage preliminary German individu—dua nomor yang menuntut kemampuan teknik tingkat tinggi dari setiap penunggang. (red)
Editor : Redaksi