MERAHPUTIH I KLATEN — Ruas jalan tol Solo–Yogyakarta segmen Klaten–Prambanan sepanjang 8,6 kilometer resmi dibuka untuk umum sejak Selasa, 2 Juli 2025. Keberadaan infrastruktur ini tak hanya menambah konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, tetapi juga memangkas waktu tempuh dari Semarang ke Yogyakarta lebih dari dua jam.
Pantauan di lapangan, Kamis (3/7/2025), arus kendaraan pribadi dan niaga tampak mengalir deras di gerbang keluar tol Prambanan. Di beberapa waktu, terjadi antrean kendaraan yang datang dari arah Solo, menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan ruas tol baru yang untuk sementara waktu masih digratiskan.
Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama
Bagi sebagian warga yang kerap melintasi jalur tersebut, kehadiran tol ini membawa perubahan signifikan. Resa (35), warga Semarang yang bekerja di Yogyakarta, mengungkapkan kegembiraannya. Dalam sepekan, ia minimal dua kali bolak-balik antar kota untuk urusan pekerjaan.
“Kalau lewat jalan nasional, bisa empat jam lebih. Tapi lewat tol ini, saya sampai hanya dalam waktu kurang dari dua jam,” ujarnya.
Manfaat tol juga dirasakan kalangan pengemudi kendaraan niaga. Wawan, sopir truk kontainer asal Boyolali, menilai tol Klaten–Prambanan sangat membantu. “Lebih nyaman dibanding jalan biasa. Hemat waktu dan irit bahan bakar,” kata dia sambil mengecek surat jalan di sisi kendaraannya.
Tak hanya warga lokal, pengguna lintas daerah pun ikut merasakan dampaknya. Nauval, pelancong asal Madiun, Jawa Timur, memanfaatkan ruas tol baru itu untuk berwisata ke Yogyakarta. “Perjalanan lebih lancar dan cepat. Ini sangat membantu, apalagi kalau membawa keluarga,” katanya.
Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan
Direktur Teknik PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ), Pristi Wahyono menjelaskan, pengoperasian ruas tol Klaten–Prambanan telah sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum yang terbit beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa meskipun ruas tol ini belum dikenakan tarif, pengguna jalan tetap harus memiliki kartu e-tol untuk membuka gerbang otomatis.
“Secara fisik, semua pekerjaan utama dan fasilitas penunjangnya sudah selesai. Sekarang kami masih menunggu surat keputusan tarif dari Kementerian,” ujar Pristi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena dengan kondisi tol yang masih baru. “Kami imbau pengguna tetap waspada dan tidak memacu kendaraan melebihi batas, walaupun jalanan mulus dan gratis,” tambahnya.
Baca juga: Posyandu Enam SPM Dikebut, Jateng Siapkan Lompatan Layanan Publik
Ruas Klaten–Prambanan merupakan bagian dari proyek strategis nasional Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA (Yogyakarta International Airport) yang dibangun untuk memperkuat jaringan transportasi di kawasan selatan Pulau Jawa. Dalam pengembangannya, ruas Prambanan–Purwomartani sepanjang sekitar 20 kilometer ditargetkan rampung pada pertengahan 2026.
“Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 80 persen. Harapannya, Juni tahun depan bisa beroperasi penuh,” kata Pristi.
Pembukaan segmen ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan konektivitas yang semakin baik, harapan baru pun tumbuh dari jalan bebas hambatan yang menghubungkan dua pusat kebudayaan Jawa: Surakarta dan Yogyakarta. (red)
Editor : Redaksi