MERAHPUTIH I MALANG - Cabang olahraga (cabor) karate resmi membuka rangkaian pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025, Kamis (3/7), di Gedung Olahraga Politeknik Negeri Malang (Polinema). Sebanyak 286 atlet dari 36 kabupaten/kota bertarung memperebutkan 15 medali emas.
Dua daerah, yakni Kota Mojokerto dan Ponorogo, tercatat absen pada edisi kali ini. “Mereka tidak mengirimkan atlet, dengan alasan belum siap,” ujar Technical Delegate cabor karate, Letda Mar (Purn) Purwanto, Kamis sore.
Dalam Porprov sebelumnya di Jombang pada 2023, kontingen Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kabupaten Jombang tampil sebagai kekuatan dominan. Namun, Purwanto enggan memprediksi daerah unggulan tahun ini.
“Saat ini kekuatan merata, dan ada kejutan dari beberapa daerah yang lolos ke babak berikutnya. Jadi peta persaingan masih sangat terbuka,” kata Purwanto.
Pertandingan karate dibagi ke dalam 15 nomor. Sebanyak delapan nomor telah menyelesaikan tahap Undian Penempatan Pertandingan (UPP) pada Kamis malam, sementara tujuh sisanya akan menyusul Jumat (4/7).
Baca juga: Kembali Juara Porprov Jatim 2025, Surabaya Akui Target Emas Tak Tercapai—Bonus Tetap Mengalir
Meski sempat mengalami kendala teknis, seperti kekurangan perlengkapan menjelang pembukaan, pelaksanaan pertandingan dipastikan berjalan lancar. “Semua sudah diantisipasi. Mulai dari tahapan registrasi atlet hingga verifikasi perpindahan, semuanya sudah selesai sebelum technical meeting,” ujarnya.
Panitia menerapkan sistem registrasi berlapis, mulai dari long list, short list, hingga by name by number. Seluruh atlet telah melalui proses timbang badan dan pemeriksaan dokumen. “Tak ada satu pun protes atau keberatan yang masuk,” tambah Purwanto.
Proses pengundian dilakukan secara tertutup dengan dukungan data digital untuk menjaga transparansi. Selain sebagai ajang kompetisi, Porprov kali ini juga menjadi panggung seleksi atlet menuju jenjang lebih tinggi.
Baca juga: Bojonegoro Lampaui Target, Torehkan Prestasi Terbaik di Porprov Jatim 2025
“FORKI Jawa Timur menurunkan tim talent scouting untuk memantau atlet-atlet potensial. Mereka yang lolos akan dikirim ke pelatihan terpusat menghadapi PON berikutnya di NTB-NTT,” ungkapnya.
Tak hanya itu, beberapa karateka juga berpeluang tampil di ajang PON Beladiri Nasional yang akan digelar di Kudus, Jawa Tengah, tahun depan. (red)
Editor : Redaksi