Timnas Indonesia Akan Hadapi Kuwait dan Lebanon di Surabaya, Sebagai Bagian dari Persiapan Menuju Piala Dunia 2026

harianmerahputih.id
Tim Nasional Indonesia dijadwalkan melakoni dua laga uji coba internasional pada kalender FIFA Matchday bulan September 2025

MERAHPUTIH I JAKARTA — Tim Nasional Indonesia dijadwalkan melakoni dua laga uji coba internasional pada kalender FIFA Matchday bulan September 2025. Lawan yang akan dihadapi adalah Kuwait dan Lebanon. Menariknya, kedua laga ini direncanakan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, yang belakangan mulai aktif menjadi tuan rumah pertandingan skala nasional dan internasional.

Kepastian ini diungkapkan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir seusai konferensi pers peluncuran Piala Presiden 2025 di kawasan Senayan City, Jakarta, Jumat (4/7/2025). Menurut Erick, dua laga uji coba tersebut merupakan bagian penting dari agenda pematangan strategi jelang ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Baca juga: FIFA Jatuhi Denda Rp1 Miliar ke PSSI, Dua Pemain Timnas Indonesia Kena Sanksi Berat

"Jadi, uji coba melawan Kuwait dan Lebanon pada September. Rencana di Surabaya, Jawa Timur. Insyaallah dua-duanya di Surabaya," kata Erick menjawab pertanyaan wartawan.

Kedua pertandingan tersebut tidak sekadar menjadi ajang uji coba biasa. Dalam konteks lebih luas, laga-laga ini diproyeksikan sebagai simulasi teknis dan mental bagi tim asuhan pelatih Patrick Kluivert menjelang pertarungan yang lebih berat di babak selanjutnya dari kualifikasi menuju putaran final Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia menjadi satu dari enam negara yang sukses melangkah ke ronde keempat kualifikasi. Selain skuad Garuda, lima negara kuat Asia lainnya yang lolos adalah Arab Saudi, Qatar, Irak, Uni Emirat Arab, dan Oman. Keenam tim ini akan diundi ke dalam dua grup yang masing-masing terdiri dari tiga tim. Undian atau drawing dijadwalkan digelar pada 17 Juli mendatang.

Jika merujuk pada format yang ditetapkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), pertandingan fase keempat akan digelar secara terpusat. Dua negara yang telah ditetapkan sebagai tuan rumah untuk fase ini adalah Arab Saudi dan Qatar, dua negara dengan pengalaman panjang dalam menghelat event internasional, termasuk Piala Dunia 2022.

Setiap juara grup dari dua grup yang terbentuk akan langsung mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sementara itu, tim-tim peringkat kedua dari masing-masing grup akan kembali bersua dalam fase kelima. Dari situ, hanya satu tim yang akan mendapatkan kesempatan terakhir melalui babak play off interkontinental. Lawan yang menanti berasal dari konfederasi lain seperti Afrika (CAF), Amerika Latin (CONMEBOL), Oseania (OFC), dan Amerika Utara-Tengah-Karibia (CONCACAF).

Baca juga: PSSI Akhiri Era Patrick Kluivert, Tutup Satu Bab Baru untuk Timnas Indonesia

Pemilihan Surabaya sebagai lokasi uji coba tidak datang tanpa alasan. Kota Pahlawan belakangan menunjukkan keseriusannya dalam membangun infrastruktur sepak bola. Stadion Gelora Bung Tomo telah menjadi salah satu stadion representatif Indonesia setelah menjalani renovasi besar menjelang Piala Dunia U-17 tahun lalu.

Dukungan publik yang militan, antusiasme suporter lokal, serta kesiapan fasilitas menjadikan Surabaya sebagai alternatif ideal untuk menjadi kandang sementara Timnas. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan desentralisasi pertandingan nasional yang selama ini lebih banyak berpusat di Jakarta atau sekitarnya.

Jika dua pertandingan uji coba pada bulan September berjalan sukses, bukan tidak mungkin Surabaya akan kembali dipercaya menggelar laga-laga internasional lainnya, termasuk mungkin laga resmi dalam kalender AFC di masa depan.

Masuknya Indonesia ke babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 sejatinya merupakan capaian bersejarah. Ini kali pertama sejak era kualifikasi modern, Indonesia mampu melangkah sejauh ini. Namun perjuangan masih sangat panjang.

Baca juga: Kluivert Langsung Pulang ke Belanda Usai Gagal Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2026, Nasibnya Kini di Tangan Exco PSSI

Kehadiran pelatih Patrick Kluivert yang membawa filosofi sepak bola Eropa diharapkan mampu memberikan warna dan konsistensi permainan. Namun, tantangan akan semakin berat. Lawan-lawan di babak ini memiliki tradisi panjang dalam turnamen besar Asia dan sering tampil di Piala Dunia. Perlu persiapan matang, penguatan mental, serta peningkatan kualitas taktik untuk bisa bersaing di level tersebut.

Uji coba melawan Kuwait dan Lebanon bisa menjadi titik tolak. Dua tim dari Asia Barat ini memiliki gaya bermain yang khas, dan bisa menjadi bahan evaluasi penting sebelum Indonesia benar-benar diuji dalam tekanan kualifikasi yang sesungguhnya. (red)

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru