Surabaya Kembali Jadi Raja Muaythai, Tapi Pelatih Bilang ‘Belum Cukup’

harianmerahputih.id
Kontingen Muaythai Kota Surabaya kembali dinobatkan sebagai juara umum cabang olahraga beladiri keras asal Thailand itu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025

MERAHPUTIH I MALANG — Kontingen Muaythai Kota Surabaya kembali pulang dengan kepala tegak dari arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Mengulang sukses dua tahun lalu, mereka kembali dinobatkan sebagai juara umum cabang olahraga beladiri keras asal Thailand itu.

Namun di balik deretan medali yang dibawa pulang—5 emas, 5 perak, dan 2 perunggu—terselip rasa belum tuntas dari sang pelatih, Agus Leonardo Fortunius.

Baca juga: Pemkot Surabaya Gelontorkan Rp42,7 Miliar untuk Atlet Berprestasi: Eri Cahyadi Tegaskan Bonus Bukan Sekadar Uang

“Kami memang tetap juara umum. Tapi secara capaian target, belum,” ujar Agus saat ditemui usai penutupan pertandingan di Gedung Islamic Center Kota Malang, Jumat (4/7) malam.

Agus tak segan menyebut hasil ini sebagai "di bawah ekspektasi". Target awalnya cukup tinggi: sembilan emas. Faktanya, hanya lima yang berhasil diamankan. “Ada kelas-kelas yang sudah kami kalkulasi, namun hasil di luar dugaan,” katanya.

Dari sembilan emas yang dipatok, Surabaya hanya mampu mengunci dua emas dari nomor seni, dua dari kelas tarung putra, dan satu dari kelas tarung putri. Nama-nama seperti Qafah Gavra Wirya (60 kg putra), Gavin Kinzie Aries Putra (71 kg putra), Margaretha Liony SP (Waykhru Pi), dan M Reza Syahwaldi (Muay Aerobic putra) menjadi penyumbang emas yang menyelamatkan gengsi kontingen.

Baca juga: Kembali Juara Porprov Jatim 2025, Surabaya Akui Target Emas Tak Tercapai—Bonus Tetap Mengalir

Pelatih yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Pengcab Muaythai Indonesia (MI) Surabaya itu mengakui kualitas lawan-lawan kini jauh lebih merata. Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Blitar, misalnya, disebutnya sebagai dua daerah yang menunjukkan peningkatan tajam dalam dua tahun terakhir.

“Ini artinya kami tak bisa lagi hanya mengandalkan tradisi. Daerah lain terus berbenah, dan itu harus jadi alarm bagi kita,” katanya.

Dibandingkan Porprov 2023 di Sidoarjo, Surabaya memang naik satu tingkat—dari empat menjadi lima medali emas. Tapi Agus menolak cepat puas. “Kami harus kembali mengevaluasi. Lima emas ini bukan akhir, melainkan pengingat bahwa persaingan kini jauh lebih kompetitif,” ujarnya.

Baca juga: Bojonegoro Lampaui Target, Torehkan Prestasi Terbaik di Porprov Jatim 2025

Pertandingan Muaythai sendiri berlangsung selama empat hari, mempertandingkan berbagai nomor baik seni maupun tarung. Sorak penonton, gebrakan kaki, dan kepalan tangan silih berganti mewarnai Gedung Islamic Center Kota Malang yang disulap menjadi arena laga.

Untuk Surabaya, hasil ini tetap memperpanjang dominasinya di Muaythai Jawa Timur. Namun untuk pelatih dan para atletnya, jelas bahwa perjalanan belum selesai. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru