MERAHPUTIH I BANDUNG— Satu per satu kepingan baru dalam tubuh PERSIB Bandung mulai disusun kembali oleh pelatih Bojan Hodak. Dalam lanjutan persiapan menjelang kompetisi musim 2025/2026, pelatih asal Kroasia itu memanfaatkan waktu adaptasi sebagai fondasi penting untuk membangun kembali soliditas Maung Bandung yang sempat tergerus oleh arus keluar-masuk pemain.
Salah satu sorotan utama saat ini tertuju pada bek tengah anyar asal Argentina, Patricio Matricardi. Meski baru mendarat di Bandung usai menempuh perjalanan lintas benua selama lebih dari 30 jam, Matricardi langsung bergabung dalam sesi latihan di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (4/7/2025).
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
“Secara fisik dia terlihat bagus, meskipun kelelahan itu pasti ada setelah perjalanan jauh seperti itu. Tapi yang penting dia langsung bergabung dan mulai memahami atmosfer tim,” ujar Hodak kepada awak media usai sesi latihan.
Bagi Hodak, kesiapan fisik hanyalah satu dari sekian faktor penting dalam masa transisi pemain anyar. Proses adaptasi terhadap ritme permainan, instruksi taktik, hingga kultur tim menjadi penentu utama keberhasilan integrasi dalam skuad yang kini sedang banyak berbenah.
“Kami akan membangun pelan-pelan. Patricio akan diberikan latihan bertahap. Tidak bisa langsung dipaksa. Dia perlu waktu menyesuaikan, tapi saya optimistis dia akan cepat menyatu,” tambahnya.
PERSIB belum sepenuhnya komplet. Dua pemain asing lainnya yang dikontrak manajemen belum juga bergabung. Mereka adalah Julio Cesar dan Ramon Tanque. Hodak menyebut satu di antaranya sedang dalam perjalanan udara, sementara yang lain dijadwalkan tiba keesokan harinya.
“Begitu mereka semua sudah bergabung, kami bisa mulai menyusun secara menyeluruh: fisik, teknik, dan taktik. Sekarang kami manfaatkan dulu yang sudah ada,” katanya.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
Komposisi pemain asing yang datang lebih awal, menurut Hodak, memberi keuntungan tersendiri. Ia bisa segera memulai proses sinkronisasi strategi bersama para pemain lokal maupun pemain lama yang masih bertahan. Sebagai pelatih yang dikenal tegas namun rasional, Hodak menyadari musim depan bukanlah sekadar ulangan, ini tentang membangun ulang.
“Ketika Anda banyak mengubah pemain, Anda tak bisa berharap semuanya langsung klik. Butuh waktu, dan waktu itulah yang sekarang sedang kami kejar. Adaptasi lebih awal adalah bonus besar,” katanya mantap.
Setelah musim lalu ditandai dengan performa naik-turun dan dinamika internal yang tinggi, PERSIB kini memulai lembar baru. Bojan Hodak, yang ditunjuk sebagai arsitek baru Maung Bandung sejak pertengahan musim lalu, mendapat kepercayaan penuh dari manajemen untuk membentuk skuad versinya sendiri.
Langkah pertama adalah membangun dari belakang. Maka tidak mengherankan jika sosok seperti Matricardi yang punya jam terbang tinggi di Liga Argentina dan kompetisi Eropa Timur menjadi salah satu prioritas. Hodak seolah ingin menegaskan bahwa musim ini PERSIB tak akan lagi mudah ditembus dari sektor pertahanan.
Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United
Dengan basis yang lebih segar, pelatih 52 tahun itu menekankan pentingnya kohesi di semua lini. Ia sadar, popularitas tidak cukup untuk membawa tim ke tangga juara. PERSIB perlu identitas permainan baru yang mencerminkan semangat kolektif, bukan sekadar mengandalkan nama besar individu.
“Kami sedang membangun karakter baru. Saya ingin tim ini bermain sebagai unit, bukan sebagai sekumpulan bintang,” pungkas Hodak, menyiratkan filosofi yang mulai tertanam di ruang ganti PERSIB.
Musim memang belum dimulai, namun denyut baru sudah terasa. Dan di balik itu semua, tangan dingin Bojan Hodak perlahan mulai merakit ulang Maung Bandung yang ingin kembali mengaum lantang di pentas sepak bola nasional. (red)
Editor : Redaksi