MERAHPUTIH I SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai Rp5,57 miliar kepada 4.207 buruh pabrik rokok di Surabaya, Jumat (4/7). Penyaluran dipusatkan di PT HM Sampoerna Tbk Rungkut 2.
BLT disalurkan kepada lima perusahaan: 2.592 buruh PT HM Sampoerna Rungkut 2, 1.142 buruh PT HM Sampoerna Rungkut 1, 320 buruh PT Gelora Djaja, 87 buruh PT Sigaret Sriwidjaja, dan 66 buruh PT Wismilak Inti Makmur. Masing-masing buruh menerima Rp1.325.900, ditransfer langsung ke rekening pribadi.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Ini bukan sekadar transfer uang. Ini wujud hadirnya negara, memberi penghargaan bagi mereka yang menopang industri tembakau,” ujar Khofifah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, perusahaan, hingga dinas terkait, agar penyaluran BLT tepat sasaran dan transparan.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Khofifah berharap program ini tak berhenti pada distribusi tunai. Ia mendorong kesinambungan melalui pelatihan, layanan kesehatan, hingga pendidikan vokasi bagi keluarga buruh.
“BLT DBHCHT adalah bentuk keberpihakan fiskal pada pekerja sektor strategis ini. Jawa Timur sebagai produsen tembakau besar wajib memastikan manfaat itu kembali ke tangan para buruh,” tegasnya.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Gubernur juga mengajak pelaku industri hasil tembakau membangun ekosistem kesejahteraan buruh secara berkelanjutan. “Kesejahteraan buruh tak bisa hanya jadi urusan negara, ini tanggung jawab bersama,” katanya.
Program BLT DBHCHT 2025 menyasar 15.000 buruh di 182 perusahaan rokok pada 31 kabupaten/kota di Jatim, dengan total bantuan senilai Rp19,88 miliar. (red)
Editor : Redaksi