MERAHPUTIH I SURABAYA — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat, khususnya program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Pernyataan itu disampaikan Rini saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 di Plenary Hall Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (8/7). Dalam kegiatan yang diikuti oleh perwakilan PKK dari seluruh Indonesia tersebut, ia menyampaikan bahwa seluruh program PKK Surabaya akan diarahkan sejalan dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Panen Perdana Nila dan Sayur Hidroponik Jadi Simbol Kolaborasi Surabaya–Australia
“Ketahanan pangan menjadi prioritas. Surabaya mungkin tak memiliki banyak lahan pertanian, tapi itu bukan halangan. Kami akan mengembangkan metode budidaya pangan dengan memanfaatkan ruang terbatas secara maksimal,” ujar Rini, Rabu (9/7).
Salah satu pendekatan konkret yang tengah digalakkan ialah penguatan Kampung ASI. Program ini memanfaatkan tanaman daun katuk yang mudah dibudidayakan dan memiliki manfaat untuk meningkatkan produksi air susu ibu. Bibit daun katuk disediakan gratis oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya untuk masyarakat di kampung-kampung.
“Program ini menjadi bentuk sinergi antara pemenuhan gizi keluarga dan ketahanan pangan berbasis rumah tangga,” tambah Rini.
Langkah serupa juga dilakukan melalui lomba penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang menyasar kader-kader PKK dan warga Surabaya. Tujuannya adalah mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman berkhasiat dan ramah lingkungan.
Baca juga: Surabaya Genjot Wisata Akhir Tahun, Tiket Empat Destinasi Cuma Rp500 via QRIS Bank Jatim
Selain program pangan, Rini Indriyani juga menaruh perhatian pada penguatan ekonomi keluarga. Ia mendorong partisipasi aktif Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Surabaya dalam berbagai pameran nasional guna memperluas pasar produk-produk UMKM.
“Pameran ini penting sebagai jembatan. Kami ingin produk UMKM Surabaya menjangkau pasar nasional, bahkan internasional,” katanya.
Dalam forum HKG ke-53 itu pula, Rini membawa serta enam varian batik khas Surabaya yang baru diluncurkan. Batik tersebut sempat menyita perhatian para kepala daerah saat dipamerkan dalam kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) beberapa waktu lalu.
“Respons pasar sangat positif. Ini peluang untuk memperkenalkan Surabaya melalui produk-produk kreatif yang memiliki kekuatan identitas lokal,” ujarnya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, PKK Surabaya berupaya menjawab tantangan kota besar dengan solusi yang berbasis komunitas dan kekuatan keluarga. (red)
Editor : Redaksi