Identifikasi Terkendala, Empat Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Masih Misterius

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I BANYUWANGI — Proses identifikasi korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang karam di Selat Bali, Rabu (2/7/2025), terus dilakukan meski menghadapi tantangan berat. Tim DVI (Disaster Victim Identification) masih berupaya mengenali empat jenazah yang ditemukan beberapa hari terakhir dalam kondisi tak lagi utuh akibat terlalu lama terombang-ambing di laut.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto, menjelaskan bahwa jenazah yang ditemukan lebih dari lima hari umumnya mengalami kerusakan jaringan, yang menyulitkan proses identifikasi secara visual.

Baca juga: Tangis Duka di Ketapang: Gubernur Khofifah Serahkan Santunan Korban KMP Tunu Pratama Jaya

“Namun masyarakat tidak perlu khawatir. Tim DVI tetap bisa bekerja menggunakan metode antemortem, yakni pencocokan dengan data pembanding seperti ciri fisik, rekam medis, hingga properti korban sebelum meninggal,” ujar Ribut dalam konferensi pers di Posko SAR Terpadu, Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (10/7/2025).

Hingga Kamis malam, empat jenazah yang belum teridentifikasi itu disimpan di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Mereka diduga kuat merupakan korban kapal tenggelam, yang hingga kini masih menyisakan puluhan orang hilang.

Satu per satu jenazah ditemukan di sejumlah titik pesisir yang tersebar di sekitar Selat Bali. Jarak lokasi penemuan dengan titik tenggelamnya kapal berkisar antara 18 hingga 26 mil laut.

Jenazah pertama yang ditemukan adalah laki-laki, mengenakan kaus hitam dan celana jeans pendek biru. Ia ditemukan mengapung sekitar 26 mil dari lokasi kapal tenggelam, tepatnya di sekitar Pantai Perpat Sembulungan, Banyuwangi, pada Rabu malam (9/7).

Pagi keesokan harinya, Kamis (10/7), seorang jenazah perempuan ditemukan terdampar di Pantai Plengkung, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Ia mengenakan celana jeans pendek biru, namun tanpa identitas lain yang dapat mempermudah proses identifikasi.

Baca juga: Harap dan Doa di Tengah Duka: Upaya Tanpa Lelah Identifikasi Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Sementara itu, dua jenazah lain ditemukan di pesisir Bali, tepatnya di Pantai Pebuahan, Kabupaten Jembrana. Satu di antaranya adalah pria yang mengenakan baju kotak-kotak hitam merah dan sepatu covers. Keduanya ditemukan pada Rabu pagi (9/7).

“Arus laut yang kuat membawa jenazah hingga sejauh itu. Kami terus berkoordinasi dengan SAR Bali dan unsur TNI AL untuk memperluas area pencarian,” ujar Ribut.

Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya mengguncang kawasan maritim Jawa-Bali. Kapal itu membawa total 65 orang—terdiri dari 53 penumpang dan 12 awak kapal—serta memuat 22 unit kendaraan.

Berdasarkan laporan Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang, hingga Kamis malam tercatat 30 orang berhasil diselamatkan, 15 dinyatakan meninggal dunia (11 telah teridentifikasi, 4 masih dalam proses), dan 20 orang masih hilang.

Baca juga: Suasana Haru di Polresta Banyuwangi: Sholat Ghaib Digelar untuk Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, relawan, dan masyarakat nelayan terus melakukan pencarian menggunakan kapal patroli, helikopter, hingga penyelaman di titik-titik yang dicurigai.

“Prioritas kami saat ini adalah menemukan korban yang hilang, serta membantu tim DVI mempercepat proses identifikasi agar keluarga segera mendapatkan kepastian,” kata Ribut.

Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya menjadi pengingat akan pentingnya keamanan pelayaran di jalur-jalur padat seperti Selat Bali. Selain investigasi penyebab kecelakaan, fokus utama saat ini masih tertuju pada misi kemanusiaan: menyelamatkan yang masih mungkin, dan menghormati mereka yang telah pergi. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru