Hangatkan Tubuh, Hangatkan Hati: Saat Minuman Tradisional Jadi Andalan Kala Cuaca Dingin

harianmerahputih.id
jahe hangat, minuman ini dipercaya mampu meningkatkan stamina, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah gejala awal masuk angin atau flu.

MERAHPUTIH I JAKARTA - Saat udara pagi makin menggigit dan embun terasa lebih pekat dari biasanya, banyak masyarakat mulai mencari cara sederhana untuk menghangatkan tubuh. Salah satu cara paling mudah dan menyenangkan? Menyesap secangkir minuman hangat.

Dari dapur-dapur rumah di perkampungan, hingga kafe kekinian di tengah kota, aroma rempah dari jahe hangat atau seduhan teh hijau kini makin akrab menemani hari-hari masyarakat yang dihantam cuaca dingin ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Menkes Dorong Deteksi Dini TBC, Targetkan Penurunan Kematian Secara Signifikan

Tak hanya mengusir rasa dingin, kebiasaan minum minuman hangat ternyata membawa manfaat kesehatan yang tak bisa diremehkan.

“Ketika suhu udara menurun, tubuh cenderung kehilangan panas lebih cepat. Minuman hangat membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil, sekaligus memberikan kenyamanan psikologis,” kata dr. Nabila Sari, dikutip dari artikel kesehatan di laman Alodokter.

Indonesia, dengan kekayaan rempahnya, memiliki beragam pilihan minuman hangat yang tak hanya nikmat tapi juga berkhasiat. Beberapa di antaranya bahkan telah digunakan secara turun-temurun.

Sebut saja jahe hangat, kunyit asam, hingga STMJ minuman yang menggabungkan susu, telur, madu, dan jahe. Minuman ini dipercaya mampu meningkatkan stamina, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah gejala awal masuk angin atau flu.

“Jahe itu luar biasa. Ada gingerol dan shogaol di dalamnya yang bersifat antiinflamasi. Ini bisa membantu tubuh tetap hangat dari dalam, apalagi saat cuaca dingin seperti sekarang,” jelas dr. Nabila.

Tak hanya itu, teh hijau juga menjadi pilihan populer, terutama bagi mereka yang mencari alternatif rendah kalori dan kaya antioksidan. Kandungan katekin di dalamnya mampu menangkal radikal bebas dan memperkuat sistem imun.

Baca juga: Pemkot Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan ISPA, Balita Jadi Fokus Utama

Sementara susu hangat, yang tampak sederhana, ternyata efektif membantu relaksasi dan memperbaiki kualitas tidur, kebutuhan yang krusial saat cuaca dingin sering membuat tubuh mudah lelah.

Di beberapa daerah, konsumsi minuman hangat saat musim dingin sudah menjadi tradisi. Di kawasan dataran tinggi Dieng, misalnya, para penduduk lokal terbiasa menyeduh wedang rempah di pagi dan sore hari. Di Jawa Timur, STMJ masih dijajakan hangat-hangat oleh penjual kaki lima sebagai penutup hari yang melelahkan.

“Kalau malam-malam begini enaknya STMJ. Bikin badan hangat, tidur juga nyenyak,” ujar Wanto (60), warga Surabaya yang rutin membeli STMJ setiap akhir pekan.

Minuman hangat juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang kini kembali digaungkan. Tak heran jika beberapa kafe dan restoran mulai memasukkan minuman tradisional ke dalam daftar menu mereka, bahkan menyajikannya dengan tampilan modern yang menggoda.

Baca juga: Paramesti Tak Takut Jarum Suntik: Cerita Anak-anak SLB N Semarang Jalani Cek Kesehatan Gratis

Meski Kementerian Kesehatan RI tidak secara khusus mengeluarkan edaran tentang minuman hangat, berbagai kampanye kesehatannya tetap menekankan pentingnya menjaga asupan gizi dan mengonsumsi minuman sehat berbasis rempah atau bahan alami.

Kemenkes juga mengingatkan agar masyarakat menghindari minuman berkafein tinggi atau dingin berlebihan, terutama saat suhu sedang turun. “Minuman dingin bisa mempercepat kehilangan panas tubuh. Jika dikonsumsi berlebihan, justru bisa menurunkan daya tahan,” tulis Kemenkes dalam unggahan media sosialnya.

Pada akhirnya, minuman hangat bukan sekadar soal kesehatan. Ia juga membawa rasa nostalgia, kedekatan, dan kenyamanan yang tak tergantikan. Ada memori tentang keluarga yang berkumpul di meja makan, obrolan hangat di tengah dinginnya malam, atau tangan-tangan yang dengan sabar meracik rempah warisan nenek moyang.

Cuaca mungkin dingin, tapi segelas minuman hangat adalah pengingat sederhana bahwa kehangatan selalu bisa ditemukan di rumah, di cangkir, dan di hati yang saling peduli. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru