MERTAHPUTIH I BANDUNG – Nuansa optimisme terpancar dari wajah Julio Cesar de Freitas Filho, bek asal Brasil yang baru saja resmi bergabung dengan PERSIB Bandung. Kehadirannya di lini belakang Maung Bandung tak hanya menambah kedalaman skuad, tetapi juga membawa harapan baru untuk menyongsong musim kompetisi Liga 1 2025/2026 dan AFC Champions League Two (ACL 2).
Julio Cesar, atau yang lebih akrab disapa JC, bukan sosok asing di dunia sepak bola Asia. Pemain bertinggi badan 185 cm ini tercatat pernah memperkuat sejumlah klub di Timur Tengah. Namun, kedatangannya ke Indonesia, khususnya ke Bandung, menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya yang telah menapaki usia 30 tahun.
Baca juga: Risto Mitrevski Kembali ke Persebaya, Pemulihan Cedera Bahu Masuki Fase Penting
Meski baru beberapa hari bergabung dalam sesi latihan, JC mulai menunjukkan semangat adaptasi tinggi. Latihan perdana bersama PERSIB dilakoninya pada Kamis, 10 Juli 2025. Ia mengaku masih dalam tahap mengenali lingkungan dan rekan-rekan setimnya.
“Saya baru beberapa hari tinggal di sini. Belum semua pemain saya kenal, tapi saya ingat beberapa wajah,” ujar JC dalam wawancara singkat usai latihan.
Dua nama yang langsung membuatnya merasa lebih nyaman adalah Beckham Putra Nugraha dan Uilliam Barros. Beckham dikenal sebagai salah satu bintang muda potensial di tubuh PERSIB, sementara Uilliam adalah sahabat lama JC, sekaligus rekan satu tim saat mereka memperkuat Al Fahaheel SC, klub asal Kuwait, musim lalu.
“Beckham adalah pemain lokal yang cukup dikenal. Saya senang bisa bermain dengan dia. Tapi yang paling menyenangkan, saya bisa bertemu kembali dengan Uilliam Barros,” kata JC sambil tersenyum.
Baca juga: PERSIB Siap Bentrok dengan Pemuncak Klasemen, Hodak Minta GBLA Bergelegar
Kebersamaan JC dan Uilliam di Al Fahaheel tak hanya meninggalkan kenangan profesional, tetapi juga membangun chemistry yang kini kembali diharapkan menjadi kekuatan PERSIB musim ini. Selama musim 2024/25 di Kuwait, keduanya menjadi pilar penting tim. Uilliam bahkan tampil gemilang dengan koleksi 22 gol dari 19 pertandingan.
“Uilliam adalah striker luar biasa. Dia punya naluri mencetak gol yang sangat tinggi. Di dalam kotak penalti, dia bisa melepaskan tembakan dari mana saja. Bagi saya, dia salah satu penyerang terbaik yang pernah bermain bersama saya,” puji JC.
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, dipastikan akan memaksimalkan duet JC dan Patricio Matricardi sebagai tembok kokoh di lini pertahanan. Dengan pengalaman JC di berbagai liga dan kehadiran Uilliam di lini depan, PERSIB tampaknya serius membangun tim yang kompetitif, bukan hanya untuk bersaing di kancah domestik, tetapi juga di level Asia.
Baca juga: PERSIB Panaskan Mesin Jelang Hadapi Borneo FC, Tolic Pimpin Latihan di Tengah Absennya Hodak
Adaptasi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi JC, baik dari sisi bahasa, cuaca, maupun kultur sepak bola Indonesia yang sangat unik. Namun, bek kelahiran Brasil itu menunjukkan komitmen tinggi untuk bisa cepat menyatu dengan skema permainan Hodak.
“Sepak bola itu bahasa universal. Di mana pun kita bermain, selama ada kerja sama dan saling percaya, semua bisa berjalan baik,” ujarnya yakin.
Waktu akan menjawab seberapa besar kontribusi JC bagi PERSIB. Namun satu hal yang pasti, kehadirannya kini telah menambah energi baru di tubuh Maung Bandung yang sedang membangun mimpi besar musim ini. (red)
Editor : Redaksi