MERAHPUTIH| JAMBI- Pemenang acara lelang motor listrik yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ternyata seorang buruh bangunan. Dia adalah M Nuh (46) adalah warga Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.
Menariknya, dia justru menjadi pemenang lelang motor senilai Rp 2,5 miliar. Masalah terjadi ketika dia diminta untuk mentransfer uang Rp 2,5 miliar yang sedianya untuk membantu korban Covid-19. M Nuh kaget setengah mati karena ia menyangka dia akan mendapatkan motor gratis dari acara lelang. Tidak tahunya dia adalah pemenang lelang dan disuruh membayar. Sebagai buruh bangunan, jelas dia tidak mempunyai uang sebanyak itu.
Baca juga: Wakil Ketua MPR Minta Kemenag Protes Soal Pelayanan Haji
Sebelumnya, konser Berbagi Kasih Bersama Bimbo, Bersatu Melawan Corona digelar pada Minggu (17/5). Motor listrik Gesits yang ditandatangani Jokowi dilelang dalam acara tersebut.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengakhiri penawaran di harga Rp 2,55 miliar. Pemenang lelangnya adalah M Nuh, warga Jambi. Hasil lelang tersebut akan didonasikan untuk pekerja seni yang terkena dampak COVID-19.
Konser ini digelar MPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di akhir acara, total donasi berhasil dikumpulkan adalah sebesar Rp 4.003.357.815.
Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi mengatakan M Nuh (46), pemenang acara lelang sepeda motor listrik yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp2,5 miliar untuk acara menyumbang dana bagi korban COVID-19, sudah diperiksa dan dimintai keterangannya di Mapolsek Pasar, Kota Jambi.
"Pemenang lelang motor listrik dengan harga Rp2,5 miliar sudah kami periksa," kata Irjen Firman melalui pesan WhatsApp kepada sejumlah wartawan, di Jambi, Kamis.
Menurut Kapolda, M Nuh pemenang lelang motor listrik adalah warga Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi itu hanya dilakukan wawancara di Polsek Pasar, Kota Jambi dan tidak ada penangkapan maupun penahanan kepada yang bersangkutan.
Firman menambahkan, setelah dilakukan wawancara, ternyata yang bersangkutan tidak paham acara tersebut pelelangan.
"Ya memang yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang, dan yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah bukannya penyumbang," kata Kapolda Jambi.
Baca juga: Bamsoet: Bantuan Sosial Harus Tepat Sasaran
Selanjutnya, karena yang bersangkutan ditagih, jadi dia meminta perlindungan ke pihak kepolisian.
"Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan kepada polisi dan melapor ke Polsek Pasar, Kota Jambi," kata Irjen Firman Shantyabudi.
Camat Pasar, Kota Jambi, Mursidah saat dihubungi mengatakan pihaknya tengah mendalami siapa sosok M Nuh yang memenangkan sepeda motor listrik yang ditandatangani Presiden Jokowi itu.
Diketahui ada satu orang bernama M Nuh yang tinggal di Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi. Namun, dia bukan pengusaha melainkan hanya buruh bangunan.
Pihaknya juga sudah menurunkan semua perangkat untuk mencari sosok M Nuh. Namun, belum juga diketahui. Sementara, untuk instruksi dari pemerintah pusat, dirinya mengaku hingga saat ini belum ada.
Baca juga: Jokowi: Pentingnya Penguatan Cadangan Pangan Nasional
Secara terpisah, Ketua RT 20 Ibrahim mengakui bahwa warganya ada yang bernama M Nuh, tetapi bukan sebagai pengusaha.
"Ada warga saya, latar belakangnya tidak mungkin. Karena dia buruh bangunan, memang ada warga saya," ujarnya pula.
Ibrahim menjelaskan, dia mengetahui kabar tersebut dari berita yang viral melalui WhatsApp (WA), dan kemudian para wartawan dan instansi mendatanginya.
"Memang ada warga saya nama M Nuh, tapi dia bekerja sebagai buruh bangunan, bukan pengusaha," ujarnya lagi. (psd/ono)
Editor : Eko Yudiono