MERAHPUTIH I KUDUS — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 1 Kudus tahun ini bukan sekadar ajang perkenalan antara siswa dan sekolah. Di balik deretan seragam baru dan antusiasme siswa, hadir sebuah pendekatan yang lebih menyentuh aspek kemanusiaan: layanan kesehatan keliling dan pendampingan psikologis langsung di lingkungan sekolah.
Pada Rabu (16/7/2025), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen datang langsung meninjau pelaksanaan MPLS di sekolah kejuruan tersebut. Dalam kunjungan itu, ia menyaksikan langsung kehadiran program Speling atau Dokter Spesialis Keliling, yang kini diperluas cakupannya hingga ke sekolah-sekolah.
Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama
“Yang paling utama itu pencegahan stunting, dan yang kedua menghadirkan psikolog,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin itu.
Program Speling selama ini telah menjangkau 253 desa dengan lebih dari 25 ribu sasaran. Di Kudus, pendekatan ini mendapat wajah baru: siswa tidak hanya diperiksa tekanan darah atau kadar gula, tetapi juga diberi ruang untuk mengakses layanan konseling psikologis. Sebuah langkah kecil namun berarti untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman secara fisik dan mental.
Menurut Gus Yasin, penting bagi sekolah untuk mulai menempatkan kesehatan mental sejajar dengan kesehatan fisik. Karena itu, keberadaan guru bimbingan dan konseling (BK) perlu dikolaborasikan dengan tenaga kesehatan profesional.
“Ketika ada masalah psikologis pada siswa, kita tidak boleh membiarkan. Maka guru BK nanti digabung dengan tenaga psikolog dari Dinas Kesehatan atau rumah sakit,” jelasnya.
Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan
MPLS tahun ini juga menjadi cermin dari semangat kolaboratif antara dunia pendidikan dan kesehatan. Selain skrining kesehatan, para siswa juga didorong untuk membangun relasi yang sehat dan harmonis antar-teman. Gus Yasin tak lupa mengingatkan pentingnya nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas dalam kehidupan sekolah.
“Harus saling mengenal, saling membantu belajar. Bangun satu kesatuan, dan koordinasi lintas jurusan itu penting,” pesannya kepada para siswa.
Usai berdialog dengan siswa dan guru, Gus Yasin juga menyempatkan diri meninjau sejumlah laboratorium sekolah. Menurutnya, dari sisi fasilitas, SMKN 1 Kudus telah cukup siap, meskipun masih ada kebutuhan untuk pembaruan perangkat komputer.
Baca juga: Posyandu Enam SPM Dikebut, Jateng Siapkan Lompatan Layanan Publik
“Secara keseluruhan, laboratoriumnya sudah oke. Tinggal komputernya nanti kita upgrade agar pembelajaran lebih maksimal,” katanya.
Dengan pendekatan yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan ini, MPLS di SMKN 1 Kudus tak hanya menjadi pintu masuk ke dunia baru bagi para siswa, tetapi juga memperkenalkan nilai penting: bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat tumbuh bersama secara utuh—jiwa dan raga. (red)
Editor : Redaksi