Khofifah Resmikan Masjid Darussalam di Banjarsari Bojonegoro: Wujud Damai dalam Rumah Ibadah

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

MERAHPUTIH I BOJONEGORO — Sebuah masjid megah berdiri di tepian aliran sungai Bengawan Solo dan permukiman Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Kamis (17/7/2025), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Masjid Darussalam, sebuah rumah ibadah yang dibangun dengan semangat wakaf dan persaudaraan.

Peresmian ini menjadi penanda berakhirnya proses pembangunan masjid yang memakan waktu satu tahun, sejak peletakan batu pertama yang juga dilakukan oleh Khofifah pada 28 Juli 2024. Kala itu, ia hadir sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

"Nama Darussalam tidak sekadar nama," ujar Khofifah dalam sambutannya. "Ia menyimpan pesan penting: terwujudnya masyarakat yang damai, sejahtera, dan saling menguatkan. Inilah esensi keberadaan rumah ibadah, bukan hanya tempat shalat, tetapi juga tempat menumbuhkan harmoni dan keberkahan."

Dengan mengajak seluruh hadirin membaca basmalah bersama, Khofifah mengungkapkan harapannya agar kehadiran masjid ini membawa keberkahan bagi warga sekitar. "Bismillahirrahmanirrahim, semoga masjid ini menjadi sumber barokah bagi jamaahnya, bagi masyarakat Banjarsari, dan bagi kita semua. Aamiin."

Masjid Darussalam berdiri di atas tanah wakaf seluas lebih dari 1.600 meter persegi, yang diberikan oleh keluarga almarhum Mbah Bajuri. Pembangunan masjid ini dikelola oleh Yayasan Darussalam, yang dipimpin oleh Sriyadi Purnomo. 

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Dana pembangunan berasal dari CSR PT Kareb Alam Sejahtera dan partisipasi dari karyawan PT. KAS. 

Dalam sambutannya, Sriyadi menekankan bahwa masjid ini dibangun untuk seluruh warga. “Wakaf ini adalah bentuk ikhtiar kami agar masjid ini menjadi pusat ibadah, pusat kegiatan sosial, dan juga pusat pengembangan ekonomi masyarakat Banjarsari. Harapannya, semua pihak bisa bersinergi dan bersedekah tenaga, pikiran, serta doa,” tuturnya.

Sriyadi juga mengajak warga untuk merawat dan memakmurkan masjid ini bersama-sama.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Jangan biarkan masjid ini hanya menjadi bangunan fisik yang megah. Jadikan ia pusat denyut spiritual desa, agar pahala dari wakaf ini tidak hanya mengalir kepada pewakaf, tapi juga kepada seluruh warga yang turut berpartisipasi,” imbuhnya.

Peresmian Masjid Darussalam menjadi momentum spiritual sekaligus sosial. Ia menjadi simbol semangat gotong royong, dan pengingat bahwa rumah ibadah dapat menjadi titik tolak pembangunan yang menyeluruh baik secara spiritual maupun ekonomi bagi sebuah komunitas desa.(red) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru