RSHU Tambah 120 Bed untuk Pasien Covid-19

harianmerahputih.id
Seorang petugas sedang menyiapkan bed untuk pasien Covid-19 yang baru datang. Foto: Zul HMP

MERAHPUTIH | Surabaya- Kian meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Surabaya memberikan PR besar bagi semua pihak. Bukan hanya rumah sakit-rumah sakit, instansi pemerintah, swasta, tapi juga masyarakat luas.

Terhitung sejak Selasa (19/5/2020) hingga Rabu (20/5/2020) pukul 06.00 WIB jumlah kasus Covid-19 di Surabaya mengalami tambahan kasus sebanyak 60 kasus.

Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia, Simbol Persahabatan Jakarta–Abu Dhabi

Tambahan tersebut membuat total pasien positif Virus Corona di Surabaya semula Selasa (19/5/2020) berjumlah 1109 kasus menjadi 1169 kasus pada Rabu (20/5/2020).

Dari jumlah tersebut, 889 pasien sedang dalam masa perawatan, 142 pasien dinyatakan sembuh, sementara 138 pasien telah dinyatakan meninggal dunia.

Bila melihat jumlah pasien covid-19 sejulah ratusan bahkan hampir menyentuh angka  1000 tentu ini membuat sejumlah rumah sakit rujukan segera mempersiapkan diri.

Baca juga: RSUD Eka Candrarini Resmi Beroperasi, Fokus pada Kesehatan Ibu dan Anak

Salah satunya, RSHU (Rumah Sakit Husada Utama) yang merasa peduli dengan makin meningkatnya jumlah kasus di Surabaya dan sekitarnya. Namun tentunya  butuh biaya yang tidak sedikit untuk pengadaan tersebut. Pemkot pun tak tinggal diam, karena pengadaan tempat rawat pasien memang harus memadai.

Untuk itu, pemkot Surabaya memberikan bantuan dalam bentuk pembiayaan pesiapan ruangan, serta penambahan tempat tidur pasien.

Baca juga: RSUD Eka Candrarini, Rumah Sakit Baru Surabaya Timur Siap Beroperasi

Saat ditemui Harian Merah Putih di lokasi, Direktur RSHU, dr. Didi D Dewanto, SpOG mengatakan perihal kapan ruangan tersebut bisa ditempati, "Secepatnya, saat ini kami persiapkan lantai 13 dan 14, serta pengadaan 120 bed pasien, dan semua dibantu dari pemkot,” jelasnya.

Ruangan-ruangan tersebut akan ditempati oleh pasien Covid-19, baik pasien dewasa ataupun pasien anak-anak. "Untuk pembagian ruangan, pihak keperawatan yang akan menentukan berapa ruangan untuk pasien dewasa, dan berapa ruangan untuk pasien anak-anak, karena kalau dari sisi penderita sangat jarang pasien covid anak-ana,” jelas Didi memungkasi wawancara siang itu.  (zul/ayn)

Editor : Ayun Rahmawati

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru