Menjemput Asa di Sekolah Rakyat: Upaya Konkret Unesa dan Pemerintah Mengubah Nasib Lewat Pendidikan

harianmerahputih.id
Rektor Unesa, Nurhasan bersama Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Prof. Abdul Haris dan Sekjen Kementerian Sosial Robben saat mengunjungi Sekolah RAkyat Unesa

MERAHPUTIH I SURABAYA - Di sebuah sudut kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa), di antara gedung-gedung tinggi yang biasanya menjadi tempat perkuliahan mahasiswa, kini terdengar suara-suara riang dari anak-anak remaja berseragam. Mereka bukan mahasiswa, melainkan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI – sebuah program pendidikan menengah gratis yang diinisiasi Unesa bersama Kementerian Sosial.

Sudah lima hari berlalu sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) digelar di Auditorium Rektorat Unesa, Kampus Lidah Wetan. Namun semangat para siswa, yang berasal dari keluarga prasejahtera, tak surut sedikit pun. Mereka datang dari berbagai Desa/Kelurahan di Surabaya, banyak di antaranya sebelumnya bahkan tidak memiliki akses pendidikan menengah. Kini, mereka tinggal, belajar, dan bertumbuh di tengah kampus perguruan tinggi negeri, dalam program yang mengusung konsep boarding school.

Baca juga: Satpol PP Sisir Jalan Johar–Sulung, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL dan Parkir Liar

"Ini bukan program jangka pendek. Kami ingin membangun keberlanjutan. Ada pemetaan bakat, pembinaan intensif, dan nanti juga peluang studi lanjut di perguruan tinggi," ujar Rektor Unesa, Nurhasan, yang akrab disapa Cak Hasan, saat meninjau kegiatan MPLS bersama pejabat Kemenko PMD dan Kemensos, Jumat (18/7).

Gedung Laboratorium Anti-Doping yang biasanya digunakan untuk riset ilmiah, kini disulap menjadi ruang belajar siswa Sekolah Rakyat. Ruang-ruang itu dilengkapi fasilitas penunjang layaknya sekolah formal: papan tulis digital, peralatan laboratorium, hingga fasilitas tempat tinggal siswa yang terintegrasi.

Tak hanya ruang fisik yang dirombak, pendekatan pembelajaran juga disesuaikan dengan kondisi psikologis dan sosial siswa. Sebelum kegiatan belajar dimulai, para siswa menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari pemeriksaan gigi hingga mata. Bahkan, dilakukan pula DNA talent mapping dan tes psikologi untuk mengenali potensi individu.

"Kalau kita tahu kekuatan anak sejak awal, kita bisa membimbing mereka lebih tepat. Pendidikan bukan sekadar hafalan, tapi membangun manusia," ujar Cak Hasan.

Selain itu, kemampuan dasar seperti bahasa, matematika, dan literasi digital juga dipetakan. Hasil asesmen ini akan digunakan untuk menyusun kurikulum yang kontekstual disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang siswa.

Sekolah Rakyat ini bukan hanya bentuk layanan pendidikan, tetapi juga manifestasi tanggung jawab sosial kampus. Menurut Cak Hasan, pendidikan adalah salah satu jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan.

“Banyak dari mereka berasal dari desil satu – kelompok ekonomi terbawah. Kalau pendidikan ini berhasil, bukan hanya masa depan anak-anak ini yang berubah, tapi juga ekonomi keluarga dan komunitasnya,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko PMD, Abdul Haris, menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi langsung dari visi Presiden dalam mewujudkan pemerataan pendidikan.

"Pak Presiden ingin anak-anak dari latar belakang kurang mampu pun bisa mengakses pendidikan yang setara. Ini adalah salah satu strategi kunci untuk menghapus kemiskinan ekstrem," kata Haris.

Baca juga: Surabaya Kokohkan Komitmen Jaga Anak dari Ancaman Digital

Ia menyebut, pemerintah menargetkan pengentasan kemiskinan ekstrem yang saat ini masih menyentuh angka sekitar 3 juta penduduk pada tahun 2026. Di sisi lain, angka kemiskinan umum yang mencapai hampir 24 juta orang, ditargetkan bisa ditekan hingga tinggal 4,5 persen pada akhir 2029.

“Sekolah rakyat ini adalah bukti bahwa kita tidak ingin ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena ekonomi. Kami ingin menjadikan mereka mandiri, punya keterampilan, dan akhirnya bisa hidup sejahtera,” ujar Haris.

Senada, Sekjen Kementerian Sosial Robben Rico menyebut bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Trilogi Sekolah Rakyat, yakni: memuliakan keluarga miskin, menjangkau yang tak terjangkau, dan mewujudkan yang tak mungkin.

“Kami ingin memuliakan keluarga kurang mampu, khususnya anak-anak mereka. Memberi akses pendidikan yang layak, seperti yang didapatkan anak-anak dari keluarga berada,” jelas Robben.

Ia menambahkan bahwa banyak dari siswa Sekolah Rakyat selama ini tidak pernah masuk sistem pendidikan formal karena kendala ekonomi dan lokasi.

“Kalau tidak ada terobosan seperti ini, mungkin mimpi mereka untuk sekolah di SMA tidak akan pernah terwujud. Kami ingin mereka bermimpi besar, dan mewujudkannya,” imbuhnya.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Robben juga menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor. Program ini, katanya, tak bisa berdiri sendiri. Perlu sinergi antara pemerintah pusat, daerah, kementerian terkait, dan perguruan tinggi.

"Unesa telah membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya mengurus akademisi, tapi juga turut menjawab tantangan sosial bangsa," katanya.

Ke depan, Sekolah Rakyat di Unesa disebut sebagai model percontohan nasional. Harapannya, program serupa akan lahir di kampus-kampus negeri lainnya.

“Insya Allah, dengan sinergi dan dukungan semua pihak, kita bisa mengangkat anak-anak ini menjadi generasi emas. Ketika kita memperingati 100 tahun kemerdekaan pada 2045, mereka inilah yang akan membawa Indonesia terbang tinggi,” kata Robben menutup.

Di tengah gegap gempita dunia pendidikan yang kerap terjebak pada soal kurikulum dan angka partisipasi, hadirnya Sekolah Rakyat menjadi oase. Ia bukan hanya soal angka, tapi tentang menghidupkan harapan. Bahwa pendidikan, pada akhirnya, adalah hak semua anak bangsa. Bahwa sekolah bukan untuk yang mampu, melainkan untuk mereka yang punya harapan. Dan harapan, kini tengah bertumbuh di kampus Unesa. (dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru