MERAHPUTIH I SEMARANG — Ratusan warga dari berbagai penjuru Jawa Tengah berkumpul di Halaman Kantor Gubernur, Semarang, Jumat pagi (18/7/2025). Mereka datang bukan untuk menyampaikan aspirasi atau mengurus administrasi pemerintahan, melainkan untuk bergerak bersama dalam senam massal memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Di bawah sinar matahari pagi yang hangat, semangat kebersamaan tampak menyatu dalam irama musik senam. Tak hanya masyarakat umum, sejumlah pejabat turut berbaur di tengah keramaian. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno terlihat ikut menggerakkan tubuh, membaur tanpa sekat dengan warga.
Baca juga: Delegasi Connect Souq Sambangi Jateng, Bidik Kopi hingga Kelapa untuk Pasar Global
Namun Harganas bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik gerakan senam dan tawa warga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyisipkan pesan penting: keluarga yang sehat adalah fondasi utama bangsa yang kuat.
“Ketika tubuh sehat, suasana rumah pun jadi lebih harmonis. Terutama untuk anak-anak, kondisi fisik yang prima akan membuat mereka lebih semangat belajar,” ujar Taj Yasin kepada wartawan di sela kegiatan.
Selain senam, sejumlah layanan publik turut disediakan di lokasi. Di lantai 1 Gedung Grhadika Bhakti Praja, panitia menyiapkan berbagai pos pelayanan seperti donor darah, cek kesehatan umum, hingga layanan konsultasi terpadu Speling.
Baca juga: ASN Diminta Jadi Garda Terdepan Pembangunan, Gubernur Luthfi Ingatkan Korpri Perkuat Layanan Publik
Di panggung utama, Taj Yasin menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat institusi keluarga. Ia merinci kebijakan strategis yang telah dijalankan, mulai dari Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, hingga Peraturan Gubernur Jateng Nomor 77 Tahun 2018 sebagai turunannya.
“Seluruh kebijakan itu kami desain untuk memperkuat daya tahan keluarga dalam menghadapi dinamika sosial. Kita tidak ingin rumah tangga justru menjadi tempat yang rentan terhadap kekerasan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyinggung program andalan Pemprov Jateng bernama Kecamatan Berdaya. Melalui program ini, pemerintah hadir lebih dekat dengan masyarakat, antara lain dengan memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak, serta pendampingan keluarga rentan.
Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama
“Kami ingin keluarga-keluarga di Jawa Tengah hidup harmonis, sakinah, dan utuh. Kalau ini terwujud, insya Allah angka perceraian bisa ditekan,” ujar Yasin, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu.
Peringatan Harganas tahun ini memang tidak hanya menjadi panggung perayaan. Di Jawa Tengah, ia menjadi momen refleksi bersama untuk kembali meneguhkan nilai-nilai keluarga sebagai unit terkecil masyarakat yang menyimpan kekuatan besar dalam membentuk masa depan bangsa. (red)
Editor : Redaksi