PERSIB Tempa Kekompakan di Thailand, Dedi Kusnandar: “TC Ini Penting Banget Buat Chemistry Tim”

harianmerahputih.id
Gelandang PERSIB, Dedi Kusnandar berlatih di Thailand, (PERSIB.co.id/Barly Isham)

MERAHPUTIH I CHIANG MAI— Di tengah padatnya persiapan menjelang musim baru Liga 1 2025/2026, PERSIB Bandung memilih untuk menyepi sejenak ke Negeri Gajah Putih. Kota Chiang Mai di utara Thailand menjadi tempat pemusatan latihan (TC) bagi pasukan Maung Bandung. Dan bagi sang gelandang senior, Dedi Kusnandar, atmosfer di sana memberikan lebih dari sekadar peningkatan fisik dan taktik.

Dedi, yang akrab disapa Dado, menyebut TC kali ini terasa berbeda. Bukan hanya karena latihannya yang intensif, tetapi juga karena pentingnya waktu kebersamaan bagi tim yang tengah menjalani proses pembentukan ulang. Maklum, lebih dari sepuluh wajah baru kini berseragam biru-biru. Dan dengan kompetisi tinggal menghitung pekan, ikatan antar pemain tak bisa dibentuk hanya dari sesi latihan dua atau tiga jam per hari.

Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1

“Kalau tidak ada TC seperti ini, waktu untuk saling mengenal akan sangat terbatas. Di Bandung, mungkin hanya ketemu dua-tiga jam. Tapi di sini, kami bareng seharian, di hotel, di lapangan, bahkan saat makan,” ujar Dado kepada usai sesi latihan pagi di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai.

Program pemusatan latihan PERSIB sendiri sudah berlangsung sejak pertengahan Juli dan akan berakhir pada 27 Juli mendatang. Selama itu, pelatih Bojan Hodak menyiapkan berbagai program yang tidak hanya mengasah fisik dan strategi, tapi juga memperkuat kohesi tim.

“Buat saya pribadi, ini momen penting. Kami bisa saling diskusi lebih dalam. Di luar lapangan pun, kita ngobrol, saling tukar cerita, dan itu bikin chemistry lebih cepat terbentuk,” lanjut Dado yang sudah memperkuat PERSIB sejak 2014, meski sempat semusim hijrah ke Sabah FA di Malaysia.

Kebersamaan di luar lapangan memang menjadi bagian penting dari strategi tim. Selain latihan intens pagi dan sore, para pemain juga menjalani sesi pemulihan bersama, makan malam tim, hingga diskusi taktik yang lebih informal.

Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”

“Di hotel, suasana santai. Kita bisa ngobrol sama pemain baru, tanya asal mereka, gaya main mereka, bahkan cerita soal keluarga. Semua itu memperkuat ikatan. Dan ikatan itu nanti yang akan sangat terasa ketika kita main bareng di lapangan,” kata gelandang bernomor punggung 11 ini.

Pelatih Bojan Hodak sendiri memang sejak awal menekankan pentingnya kebersamaan di awal musim ini. Dengan wajah-wajah baru seperti Dzaky Asraf, Alex Martins, hingga Youssef Ezzejjari bergabung, kohesi menjadi kata kunci dalam membentuk fondasi tim.

Dado menilai, suasana yang tercipta di Thailand ini sangat mendukung upaya itu. Meski latihan berlangsung dalam suhu tinggi dan jadwal padat, semangat pemain tetap terjaga. “Semua pemain termotivasi. Saya lihat semangat mereka tinggi, dan yang penting, tidak ada sekat. Kita semua menyatu,” ujarnya.

Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United

PERSIB dijadwalkan akan menjalani beberapa laga uji coba selama berada di Thailand, sebagai bagian dari evaluasi hasil latihan. Setelah kembali ke Bandung akhir Juli nanti, tim akan bersiap menghadapi kompetisi yang diperkirakan bergulir awal Agustus.

“Harapannya, ketika liga dimulai, kami sudah solid sebagai tim. Bukan hanya taktik yang padu, tapi juga rasa saling percaya di antara pemain. Karena sepak bola itu soal kerja sama, bukan hanya siapa yang paling bagus,” tutup Dado.

Di antara gegap gempita bursa transfer dan ekspektasi tinggi publik Bandung, TC di Thailand mungkin tak terlalu gemerlap di pemberitaan. Namun di balik layar, justru di sinilah cerita penting PERSIB musim ini sedang dirajut—dengan keringat, obrolan di sela makan malam, dan semangat untuk bersama. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru