MERAHPUTIH I TUBAN — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi senilai Rp6,53 miliar kepada warga Kabupaten Tuban dalam kunjungan kerjanya di Pendapa Kridha Manunggal, Senin (21/7/2025).
Didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, bantuan tersebut menyasar kelompok masyarakat miskin ekstrem, penyandang disabilitas, lansia, buruh, pelaku usaha kecil, hingga pendamping sosial.
Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat
“Bantuan ini adalah bantalan sosial dan ekonomi, agar masyarakat rentan tetap terlindungi dan memiliki daya tahan,” kata Khofifah.
Bantuan terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) untuk 2.116 keluarga dengan total Rp4,23 miliar. Selain itu, 126 penyandang disabilitas menerima bantuan Rp3,6 juta per orang per tahun, dan alat bantu mobilitas senilai Rp133,7 juta disalurkan ke lansia dan disabilitas.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
Bantuan juga mencakup BLT buruh pabrik rokok, bantuan kewirausahaan bagi eks PPKS dan PPKS aktif, dukungan untuk BUMDesa dan desa berdaya, bantuan usaha mikro, hingga zakat produktif dari BUMD.
Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani, menegaskan seluruh bantuan berbasis data dan hasil verifikasi lapangan.
Bupati Tuban menyatakan dukungannya agar bantuan ini berdampak nyata. “Kami siap memperkuat kolaborasi untuk menjangkau masyarakat secara menyeluruh,” ujar Lindra. (red)
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Editor : Redaksi