Dari Bek Lapis Baja ke Peracik Bakat Muda: Hamka Hamzah Ukir Rekor Bersama SSB Sulcata

harianmerahputih.id
SSB Sulcata Football Club, akademi yang tengah naik daun di Jakarta Selatan

MERAHPUTIH I JAKARTA - Jejak panjang Hamka Hamzah di dunia sepak bola nasional seolah tak berujung. Setelah hampir dua dekade mengawal lini belakang klub-klub besar dari Palembang hingga Papua, sang eks kapten tim nasional kini menorehkan prestasi di panggung berbeda: lapangan pembinaan usia dini.

Nama Hamka Hamzah kembali mencuat, kali ini sebagai pelatih kepala SSB Sulcata Football Club, akademi yang tengah naik daun di Jakarta Selatan. Usai mengantarkan timnya menjuarai Liga Sentra U-13, Hamka kembali mencetak sejarah. SSB Sulcata keluar sebagai juara Pra Piala Soeratin U-13 Jakarta Selatan dengan catatan yang nyaris mustahil: 100 persen kemenangan, 17 gol tercipta, tanpa satu pun kebobolan.

Baca juga: Kapten Persija Rizky Ridho Masuk Nominasi Puskas Award 2025, Gol Spektakulernya Guncang Dunia

Pada partai final yang digelar di Lapangan Ingub Jagakarsa, Minggu lalu, Sulcata tampil menggila. Mereka melumat Prodigy FA dengan skor meyakinkan 4-0 sebuah penegasan dominasi yang tak terbantahkan.

“Saya ingin mengabdikan diri untuk pembinaan usia muda. Indonesia tidak kekurangan pemain bertalenta. Hanya perlu pembinaan yang serius dan berkesinambungan,” ujar Hamka usai laga, dengan suara berat yang tak kehilangan wibawa khas seorang bek tangguh.

Rekam jejak Hamka sebagai pemain tak perlu diragukan. Pernah berkostum Persebaya, Persija, Persipura, hingga Arema dan Sriwijaya FC, ia menutup karier profesionalnya di Bekasi FC sebelum memutuskan mendirikan fondasi masa depan sepak bola Indonesia melalui jalur pembinaan.

Di bawah kendalinya, Sulcata menjadi mesin pembunuh. Batalyon FA dihancurkan 8-0, Tibi FA dilibas 4-0, semifinal kontra Jagakarsa FC dimenangkan tipis 1-0, dan final berakhir dengan pesta empat gol. Namun bagi Hamka, skor hanyalah hasil dari proses panjang yang perlu dirawat dengan disiplin dan kerendahan hati.

Baca juga: Garuda Gagal Curi Poin di Jeddah, Tumbang Tipis 2-3 dari Arab Saudi

“Sejak awal saya tekankan pada anak-anak, jangan jumawa. Prestasi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang mereka,” kata pria kelahiran Makassar itu.

Kemenangan ini juga membuka jalan SSB Sulcata ke babak utama Piala Soeratin U-13 tingkat Asprov DKI Jakarta. Sebuah langkah penting menuju kancah yang lebih besar.

Mikael, pendiri sekaligus pemilik SSB Sulcata, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Kami membangun SSB ini dengan idealisme. Tidak muluk-muluk. Kami hanya ingin anak-anak berkembang dan kelak bisa menembus level profesional. Kalau bisa sampai timnas, itu bonus,” ujarnya.

Baca juga: Hamka Hamzah Dirikan H23SS, Cetak Pemain Bermental Baja untuk Indonesia

Di tengah gemerlap sepak bola profesional yang kerap terjebak dalam urusan bisnis, kisah Hamka dan SSB Sulcata memberi harapan baru. Tentang bagaimana masa depan tim nasional mungkin sedang disemai di sudut-sudut lapangan sederhana di Jakarta Selatan.

Hamka Hamzah tak lagi menjadi tembok kokoh di lini belakang. Kini, ia menjadi pelindung mimpi generasi baru Indonesia.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru