MERAHPUTIH I SURABAYA — Upaya memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan terus digalakkan. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggelar pelatihan bertajuk Jatim Digital Learning: Peningkatan Kompetensi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) Guru TIK pada 21–25 Juli 2025 di Surabaya. Program ini menyasar 300 guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) jenjang SMA dan SMK dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Pelatihan tersebut menjadi wadah penguatan literasi digital pendidik, khususnya dalam pemrograman dan penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar mengajar. Para peserta mendapatkan materi mulai dari keterampilan teknis dasar hingga strategi integrasi teknologi digital ke dalam kurikulum sekolah.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Inisiatif ini merupakan bagian dari program nasional Indonesia Digital Learning (IDL) yang diusung Telkom Indonesia untuk mempercepat literasi digital di dunia pendidikan. Melalui pelatihan dan pendampingan intensif, IDL berupaya menyiapkan para guru agar adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus menjadi pionir inovasi pembelajaran digital di sekolah.
General Manager PT Telkom Indonesia Wilayah Suramadu, Hendro Setyo Budi, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para guru yang mengikuti pelatihan ini. Ia menekankan bahwa penguatan kompetensi digital guru merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam mengimplementasikan prinsip ESG (Environment, Social, Governance) di sektor pendidikan.
“Telkom terus berupaya menumbuhkan bisnis yang bertanggung jawab dengan prinsip GoZero%, salah satunya melalui tiga pilar aksi yaitu Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business,” ujar Hendro.
Dalam sektor pendidikan, Telkom telah menjalankan sejumlah program sosial, seperti Digital Learning School dengan pemberian Application, Network, dan Device (AND), Cyberheroes untuk edukasi dampak negatif internet, DigiUp, dan Innovillage. Untuk wilayah Telkom Regional 3, tercatat 119 sekolah telah menerima dukungan perangkat digital dan koneksi internet pada tahun 2025 ini.
“Program AND ini kami tujukan bagi sekolah yang kurang mampu. Kami berharap infrastruktur ini bisa meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di sekolah,” imbuh Hendro.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai penguasaan teknologi digital oleh guru menjadi kunci utama untuk menjaga relevansi sistem pendidikan di tengah disrupsi digital.
“Kolaborasi ini adalah langkah strategis. Kami ingin lebih banyak guru tidak sekadar mengajarkan teknologi, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi siswa dalam menciptakan solusi inovatif,” ujar Aries.
Bagi para peserta, pelatihan ini memberikan bekal yang tidak hanya teknis, tetapi juga strategis dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi. Sri Wahyuni, Guru TIK dari SMK Negeri 5 Malang, mengaku mendapatkan wawasan baru dalam mengelola pembelajaran yang lebih interaktif.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“AI tidak lagi sekadar menjadi topik ajar. Kami kini tahu bagaimana AI bisa menjadi alat bantu untuk membuat pembelajaran lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa,” katanya.
Lebih dari itu, program pelatihan ini juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan bermutu dan kesembilan mengenai inovasi serta infrastruktur.
Dalam jangka panjang, pelatihan semacam ini diharapkan mencetak guru-guru yang tersertifikasi kompetensi digital. Mereka tidak hanya akan mengakselerasi transformasi digital di lingkungan sekolah masing-masing, tetapi juga membekali generasi muda Jawa Timur dengan pengetahuan dan keterampilan abad ke-21 yang semakin dibutuhkan.(dpr)
Editor : Redaksi