Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025 Tegaskan Identitas Kultural Ponorogo

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025, Sabtu (26/7/2025)

MERAHPUTIH I PONOROGO — Langit sore yang cerah di atas Monumen Bantarangin, Kecamatan Kauman, Ponorogo, menjadi saksi berlangsungnya Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025, Sabtu (26/7/2025). Di tengah semarak iring-iringan budaya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut ambil bagian dalam prosesi yang tak hanya merayakan datangnya Tahun Baru Hijriah, tetapi juga menjadi pengingat kuatnya akar tradisi di Bumi Reog.

Naik kereta kencana bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Khofifah menyusuri ruas-ruas jalan utama di Kecamatan Kauman. Di sepanjang rute, ia melambaikan tangan kepada warga dan membagikan bendera merah putih dan jajanan kemasan sebuah simbol penghormatan sekaligus pengikat rasa kebangsaan dalam balutan budaya lokal.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari pelestarian budaya di Ponorogo. Reog sudah menjadi identitas yang tidak bisa dipisahkan dari kabupaten ini. Di mana pun dipentaskan, kesenian itu tetap disebut Reog Ponorogo,” tutur Khofifah, yang disambut tepuk tangan warga.

Kirab Budaya hari ini menjadi penutup dari rangkaian panjang kegiatan Grebeg Suro Bantarangin 2025, yang berlangsung sejak 18 Juli.

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari Simaan Al-Qur’an, ziarah makam leluhur, ritual malam satu suro, pertunjukan Jaran Thik, hingga Buceng Porak Festival dan Ganah Gajahan yang menyuguhkan pementasan wayang kulit. Tak ketinggalan, Festival Reog Bantarangin serta atraksi memanah berkuda juga menjadi daya tarik tersendiri, memadukan nilai budaya dan olahraga tradisional.

“Grebeg Tutup Suro adalah event unggulan kami. Ada Kirab Pusaka, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP), dan Kirab Budaya. Semuanya menjadi media pelestarian warisan leluhur,” ujar Bupati Sugiri Sancoko atau akrab disapa Kang Giri.

Lebih jauh, Kang Giri menilai dampak gelaran tahunan ini tak hanya terbatas pada aspek budaya. Aktivitas ekonomi masyarakat pun ikut bergerak, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang membuka lapak-lapak kuliner dan kerajinan sepanjang acara.

“Perekonomian warga juga tumbuh. Ini menjadi ekosistem yang saling menguatkan: budaya menghidupi masyarakat, masyarakat melestarikan budaya,” imbuhnya.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menurut Khofifah, berkomitmen penuh dalam mengangkat Reog Ponorogo ke panggung internasional. 

“Ponorogo terlahir dengan budaya yang begitu kuat. Pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam. Kami akan all out mendukung pengakuan Reog sebagai warisan budaya dunia,” tegas Khofifah.

Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab generasi kini untuk memastikan bahwa warisan adiluhung itu tidak lekang dimakan zaman. Bahwa anak-anak masa depan masih bisa menyaksikan keanggunan gerak warok, kegagahan barongan, dan dentuman kendang yang menggugah jiwa.

Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro di Ponorogo bukan sekadar agenda wisata tahunan. Ia adalah ritus kolektif warga, ruang perjumpaan antara sejarah dan harapan. Dalam balutan gamelan, tarian, dan aroma dupa, nilai-nilai kebhinekaan dan spiritualitas lokal hadir dalam wujud paling otentik.

Bagi masyarakat Ponorogo, Grebeg Suro bukan hanya selebrasi, tetapi bentuk penghormatan terhadap leluhur, serta ikhtiar melestarikan kearifan lokal di tengah arus globalisasi yang kian deras.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Tahun ini, dengan hadirnya Gubernur Jatim dalam prosesi kirab, Grebeg Tutup Suro Bantarangin mendapatkan makna baru: bahwa budaya daerah bukan hanya milik lokal, tetapi tanggung jawab bersama untuk dijaga, dirawat, dan dikenalkan kepada dunia. (red) 

 

 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru