MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar ajang tahunan KUKM Expo untuk ke-12 kalinya, yang berlangsung pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Royal Plaza Surabaya. Mengusung tema “Bangga Beli Produk Indonesia” dan “Transformasi Digital UMKM”, pameran ini menjadi panggung penting bagi pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan sekaligus beradaptasi di tengah era digital.
Ajang ini bukan sekadar pameran produk lokal. Ia juga menjadi arena strategis untuk membangun ekosistem usaha berbasis digital, membentuk jejaring bisnis, dan mempertemukan para pelaku UMKM dengan pasar potensial, mulai dari sektor swasta, BUMN/BUMD, hingga pembeli ritel dan pemerintah.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal. Di saat yang sama, kami memfasilitasi UMKM untuk go digital dan menjangkau pasar global,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, saat pembukaan pameran, Rabu (31/7).
Sebanyak 64 stan dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur dan daerah mitra seperti Lombok turut meramaikan expo tahun ini. Tidak hanya menampilkan produk, pameran juga membuka berbagai layanan pendukung UMKM, mulai dari layanan foto produk dan motion graphic oleh Millenial Job Center dan East Java Super Corridor (EJSC), hingga konsultasi hukum dan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui UKM Corner.
Isu digitalisasi menjadi benang merah dalam setiap program dan diskusi selama expo berlangsung. Dalam sesi talkshow, workshop, hingga business matching bertajuk “Nyomblangin UKM”, pelaku UMKM diajak untuk memahami pentingnya transformasi digital tidak hanya sekadar hadir di media sosial, melainkan juga masuk dalam ekosistem digital yang terintegrasi.
Adhy Karyono, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, menekankan pentingnya penggunaan platform seperti Jatim Bejo, sebuah katalog digital yang dikembangkan oleh Pemprov Jatim sebagai medium transaksi yang lebih efisien dan akuntabel.
“Bukan zamannya lagi transaksi tunai. Sekarang semua kebutuhan OPD harus dibelanjakan melalui produk UMKM yang sudah masuk katalog digital Jatim Bejo,” ujar Adhy.
Menurutnya, langkah ini merupakan strategi pemerintah untuk mendorong kemandirian dan pertumbuhan UMKM berbasis teknologi. Pemerintah akan memberi perhatian khusus kepada UMKM yang belum masuk katalog digital, agar seluruh pelaku usaha dapat mengakses peluang pasar yang lebih luas dan setara.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Di luar urusan teknologi dan penjualan, KUKM Expo juga menyisipkan misi lain: membangun karakter dan identitas pelaku UMKM. Hal ini tercermin dalam kolaborasi dengan Pemerintah Kota Mojokerto melalui program City of Charm, yang menghadirkan paduan seni, budaya, dan ekonomi lokal. Parade desainer, lomba fashion show, serta gelaran seni menjadi bagian dari narasi bahwa produk UMKM tak hanya berdaya jual, tapi juga punya nilai budaya.
Rangkaian pembukaan expo juga diisi dengan penyerahan penghargaan UKM Berprestasi, penyerahan simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR), Dana Bergulir, hingga sertifikat halal dan merek dagang kepada pelaku usaha. Kehadiran Bank Jatim dan BRI memperkuat semangat sinergi dalam ekosistem pembiayaan mikro.
Endy menekankan, indikator keberhasilan expo ini tidak semata diukur dari volume transaksi yang terjadi selama pameran berlangsung. Yang lebih penting adalah terbangunnya semangat kolektif untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.
“Transformasi digital adalah keniscayaan. Tapi yang lebih utama adalah membentuk pelaku UMKM yang tangguh, berkarakter, dan punya visi jangka panjang,” ujarnya.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Melalui KUKM Expo 2025, Pemprov Jatim ingin memastikan bahwa kebangkitan ekonomi rakyat berjalan di atas prinsip inklusivitas dan keberlanjutan. Dengan mendorong keterlibatan lintas sektor mulai dari koperasi, lembaga keuangan, swasta, hingga masyarakat umum pemerintah berupaya menciptakan ekosistem usaha yang hidup dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Adhy Karyono menutup dengan harapan besar terhadap peran UMKM di masa depan. “UMKM adalah ujung tombak ekonomi kita. Mereka harus naik kelas. Dan tugas kita adalah memastikan mereka tidak berjalan sendiri,” ujarnya.
Dalam empat hari pelaksanaan, KUKM Expo bukan hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga tempat belajar, berjejaring, dan memperkuat identitas ekonomi lokal. Dengan semangat kolaboratif dan strategi digital yang terarah, Jawa Timur menunjukkan bahwa kebangkitan UMKM adalah jalan menuju kemandirian ekonomi bangsa. (red)
Editor : Redaksi