MERAHPUTIH I SURABAYA - Partai Gerindra kembali menunjukkan dinamika internalnya dengan nuansa soliditas yang kuat. Estafet kepemimpinan di tubuh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra bergulir mulus. Sugiono, Wakil Ketua Umum Partai, kini resmi ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gerindra, menggantikan Ahmad Muzani yang telah mengemban posisi strategis tersebut selama lebih dari satu dekade.
Penunjukan itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, pada Jumat (1/8/2025). Muzani, yang kini menempati jabatan baru sebagai Sekretaris Dewan Pembina, menyampaikan pengumuman tersebut melalui akun Instagram resminya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
"Pada hari ini, Jumat 1 Agustus 2025 di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Ketua Umum/Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto telah menandatangani surat keputusan penunjukan @sugiono_56 sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra," tulis Muzani.
Langkah ini pun mendapatkan respons positif dari jajaran pengurus daerah, termasuk DPD Gerindra Jawa Timur yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan basis elektoral besar bagi partai berlambang kepala burung Garuda itu. Sekretaris DPD Gerindra Jawa Timur, Kharisma Febriansyah, menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya mendukung keputusan DPP.
"Pada dasarnya kami satu komando apapun yang diputuskan oleh Ketum Gerindra Pak Prabowo. Kami sami'na waatho'nah," ujar Kharisma dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (1/8/2025).
Menurut Kharisma, baik Ahmad Muzani maupun Sugiono adalah dua figur penting yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dan soliditas partai selama ini. Ia menyebut keduanya sebagai kader utama Gerindra yang tak hanya loyal, namun juga punya rekam jejak panjang dalam perjuangan politik bersama Prabowo.
"Pak Muzani dan Pak Sugiono merupakan kader-kader terbaik yang dimiliki oleh Gerindra. Saya kira keduanya memiliki jasa luar biasa terhadap partai," tuturnya.
Kharisma juga berbagi kisah personal terkait hubungan dekatnya dengan dua tokoh tersebut. Menurutnya, Sugiono adalah sosok yang pertama kali mengajaknya bergabung ke Gerindra, sedangkan Muzani bagai seorang ayah yang sabar mendampingi dan membina kader di seluruh daerah.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
"Kalau saya pribadi, yang mengajak saya bergabung ke Gerindra adalah Pak Sugiono. Saya juga punya hubungan baik dengan Pak Muzani, apalagi beliau menjadi orkestra partai. Beliau seperti orang tua yang mendidik anaknya di daerah-daerah," kata pria yang sempat masuk bursa Cawagub Jatim 2024 ini.
Kharisma menegaskan, DPD Gerindra Jatim akan terus berjalan sesuai arahan partai dan tetap menempatkan kepentingan partai di atas segalanya.
"Yang pasti DPD Gerindra Jatim mengikuti arahan partai dan bekerja sesuai arahan pimpinan. Karena kepentingan partai di atas kepentingan pribadi," tegasnya.
Pergantian posisi Sekjen di Gerindra ini dipandang sebagai bagian dari regenerasi struktural dan konsolidasi internal partai menjelang gelaran Pilkada 2024 dan dinamika politik nasional pasca-Pemilu. Sugiono, selain dikenal sebagai politisi yang loyal, juga memiliki latar belakang militer dan kiprah yang signifikan dalam membesarkan Gerindra sejak awal pendiriannya.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Sementara itu, Ahmad Muzani tak kehilangan peran strategisnya. Sebagai Sekretaris Dewan Pembina, ia akan tetap menjadi bagian dari lingkaran inti pengambilan keputusan di tubuh partai.
Langkah Prabowo ini dinilai sebagai bentuk pembagian tugas yang lebih efektif dalam mengelola partai, di mana setiap figur mendapat ruang untuk memainkan perannya masing-masing, demi memastikan Gerindra tetap kokoh dan siap menyongsong tantangan politik ke depan.
Gerindra, sebagai salah satu partai papan atas dalam lanskap politik Indonesia, tampaknya ingin terus menjaga ritme organisasi yang adaptif tanpa kehilangan akar loyalitas dan soliditas di semua lini, dari pusat hingga daerah.
Dengan dukungan penuh dari daerah seperti Jawa Timur, perubahan di DPP Gerindra ini menjadi bukti bahwa regenerasi bukanlah akhir dari kesetiaan, melainkan awal dari konsolidasi yang lebih kuat.(dpr)
Editor : Redaksi