MERAHPUTIH I SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa angkat bicara soal maraknya pengibaran bendera bertema One Piece yang belakangan terlihat di beberapa sudut Jawa Timur. Di tengah semangat bulan kemerdekaan, Khofifah mengingatkan masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi simbol negara: Merah Putih.
“Ya saya minta tolong lah, kita ini merah putih, gitu,” ucap Khofifah kepada wartawan, Selasa (5/8).
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
Fenomena berkibarnya bendera bajak laut ala Kapten Monkey D. Luffy itu memang mengundang perhatian. Meski hadir sebagai ekspresi kecintaan terhadap anime, Khofifah menegaskan bahwa momen kemerdekaan seharusnya tetap fokus pada penghormatan terhadap simbol resmi negara.
“Sudah, Merah Putih itu harga mati. Jadi tolong hormati,” tegasnya.
Khofifah menyebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan surat edaran agar seluruh masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang bulan Agustus. Bahkan, dirinya aktif membagikan bendera secara langsung ke berbagai daerah.
“Sudah ada surat edarannya. Saya ke mana-mana bawa dan bagi bendera Merah Putih,” tuturnya.
Ia bahkan menyebut bahwa dalam setiap mobil dinas yang ia gunakan, selalu tersedia stok bendera Merah Putih untuk dibagikan secara spontan.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
“Kalau dicek di mobil yang saya tumpangi atau mobil tim pengamanan, pasti ada box berisi bendera Merah Putih,” tambahnya.
Namun, di tengah teguran tersebut, suara berbeda datang dari kalangan komunitas pecinta anime. Manda, salah satu penggemar One Piece di Surabaya, merasa polemik ini terlalu dibesar-besarkan.
“Menurut saya biasa aja. Dari dulu juga bendera One Piece sering dikibarkan di komunitas, kayak umbul-umbul,” ujarnya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Manda mengungkapkan bahwa simbol Jolly Roger ala kru Topi Jerami itu sudah lama menjadi bagian dari ekspresi komunitas tanpa mengusik siapa pun.
“Pejabat-pejabat juga pernah pakai simbol One Piece waktu kampanye. Jadi buat saya nggak usah diributkan, toh banyak juga yang nggak ngerti One Piece itu apa,” kata Manda.
Meski begitu, Manda tetap menegaskan bahwa ia menghormati bendera negara. Namun menurutnya, ekspresi budaya pop seharusnya tak langsung dianggap menodai nasionalisme. (red)
Editor : Redaksi