Memburu Start Sempurna, Persebaya Tantang Semangat Kebangkitan PSIM di Gelora Bung Tomo

harianmerahputih.id
Persebaya Surabaya wajib tiga poin di laga perdana BRI Super League 2025/2026

MERAHPUTIH I SURABAYA - Kota Surabaya kembali bersolek hijau. Jumat malam (8/8), Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) bersiap menjadi saksi dimulainya perjalanan panjang Persebaya Surabaya di BRI Super League 2025/2026. Lawan pertamanya bukan tim sembarangan: PSIM Yogyakarta, tim klasik yang kembali ke kasta tertinggi setelah hampir dua dekade terasing dari sorotan utama sepak bola nasional.

Pertandingan ini bukan sekadar laga pembuka musim. Ia adalah panggung penuh makna: uji pertama bagi Green Force untuk membuktikan kesiapan mereka dalam mengarungi musim penuh ambisi, sekaligus ajang pembuktian bagi Laskar Mataram yang datang dengan semangat juang dan kisah kebangkitan.

Baca juga: PERSIB Hadapi Tembok Tinggi Madura United di Pamelingan, Hodak Minta Tim Bangkit Usai Kekalahan di Singapura

Di tengah ekspektasi ribuan Bonekmania yang dipastikan memenuhi tribun GBT, Persebaya mengusung satu misi: tiga poin perdana. Kemenangan bukan hanya penting sebagai modal kepercayaan diri, tapi juga sebagai pesan: bahwa Persebaya adalah penantang serius musim ini.

Optimisme itu tak datang tanpa alasan. Dari rangkaian laga pramusim, Persebaya tampil meyakinkan. Kemenangan atas Football West All-Star di Australia dan kemenangan tipis namun solid atas PSS Sleman menunjukkan bahwa mesin tim Eduardo Pérez mulai panas di waktu yang tepat.

“PSIM memang tim promosi, tapi ini era baru. Kami harus waspada dan tetap bermain dengan identitas kami,” tegas Pérez dalam sesi konferensi pers sebelum laga. Pelatih asal Spanyol ini tampak menahan euforia, tak ingin terlena dengan status favorit yang melekat pada tim asuhannya.

Dengan materi pemain berkelas seperti Bruno Moreira dan Francisco Rivera di lini depan, Persebaya punya taji tajam untuk menggedor lawan. Belum lagi dukungan dari lini kedua lewat kerja keras Malik Risaldi dan Gali Freitas yang siap membuat malam di GBT bergemuruh.

Datang sebagai underdog, PSIM Yogyakarta justru tampak menikmati peran tersebut. Klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta ini kembali mencicipi panasnya persaingan Liga 1 setelah menanti selama 19 tahun. Sebuah penantian panjang yang kini dibayar dengan semangat tak kenal takut.

Pelatih Jean-Paul van Gastel, sosok asal Belanda yang tenang tapi penuh perhitungan, menyebut laga ini sebagai ujian pertama yang ideal. “Kami tahu atmosfernya akan luar biasa. Tapi justru itu yang kami cari. Kami ingin bertahan di liga ini, dan setiap laga adalah peluang untuk belajar dan menunjukkan siapa kami,” ujar Van Gastel.

Meski masih dalam proses adaptasi, sejumlah nama asing seperti Ze Valente dan Rafinha sudah mulai memberi warna dalam permainan PSIM. Kecepatan di lini depan serta kreativitas di lini tengah bisa menjadi senjata utama untuk mengoyak pertahanan Persebaya yang kerap lengah saat transisi.

Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”

Secara historis, Persebaya unggul atas PSIM dalam tiga pertemuan terakhir dua kemenangan dan satu hasil imbang. Namun, statistik masa lalu hanya menjadi catatan di atas kertas. Di atas lapangan nanti, semuanya bisa berubah dalam 90 menit.

Dari sisi performa, Persebaya terlihat lebih konsisten dengan dua kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan dalam lima laga terakhir. Sebaliknya, PSIM justru tampil naik-turun, termasuk kekalahan mencolok 0-6 dari Bali United yang menjadi peringatan dini bagi Van Gastel dan anak asuhnya.

Fokus Persebaya akan tertuju pada bagaimana Rivera mampu menjadi otak serangan, mengatur tempo dan mengalirkan bola ke Bruno Moreira yang siap memecah kebuntuan. Di lini pertahanan, duet Risto Mitrevski dan Dime Dimov wajib tampil solid mengawal gempuran cepat dari Rafinha dan Heljeta.

Di sisi lain, PSIM akan berharap banyak pada efektivitas serangan balik. Jika Valente mampu mengatur ritme dan suplai bola ke lini depan berjalan lancar, kejutan bukan hal yang mustahil.

Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1

Proyeksi Line-Up: Siapa Siap, Siapa Waspada
Persebaya Surabaya (4-2-3-1):
Ernando Ari; Dime Dimov, Risto Mitrevski, Catur Pamungkas, Mikael Tata; Milos Raickovic, Francisco Rivera; Ichas Baihaqi, Malik Risaldi, Gali Freitas; Bruno Moreira.
Pelatih: Eduardo Pérez Moran

PSIM Yogyakarta (4-3-3):
Khairul Fikri; Reva Adi Utama, Yusaku Yamadera, Franco Ramos, Andy Setyo; Andri Irfan, Ze Valente, Ezequiel Vidal; Riyanto Abiyoso, Rafinha, Nermin Heljeta.
Pelatih: Jean-Paul van Gastel

Gelora Bung Tomo bukan hanya akan menjadi saksi sepak mula musim baru. Ia akan menjadi arena ujian mental, disiplin taktik, dan seberapa siap dua tim ini menjawab ekspektasi. Persebaya, dengan dukungan penuh Bonek, tak ingin tergelincir di kandang sendiri. PSIM, membawa semangat kebangkitan dan warisan sejarah, siap menulis bab baru dalam petualangan mereka di kasta tertinggi.

Satu hal pasti: sepak bola malam Jumat di Surabaya akan kembali terasa sakral. Dan siapa pun pemenangnya, publik akan disuguhi drama yang layak dikenang. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru