MERAHPUTIH I BANDUNG – Suasana khidmat menyelimuti Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus TNI AD, Batujajar, Minggu (10/8). Di hadapan pasukan elite, Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat Jenderal Kehormatan bintang empat kepada lima tokoh purnawirawan TNI yang dinilai berjasa besar menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kelima penerima anugerah tersebut adalah Sjafrie Sjamsoeddin, (Alm) Ali Sadikin, Agus Sutomo, Muhammad Herindra, dan Muhammad Yunus Yosfiah. Penganugerahan itu dilakukan bersamaan dengan rangkaian Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer.
Baca juga: Prabowo Minta Pendidikan Lingkungan Masuk Silabus, Pemerintah Gerak Cepat Tangani Bencana
Prosesi dimulai dengan penyerahan tanda pangkat kepada Jenderal Kehormatan (Purn) Muhammad Yunus Yosfiah, yang diwakili putranya. Selanjutnya, Presiden Prabowo menyematkan bintang empat kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BIN Muhammad Herindra, serta Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Agus Sutomo.
Sementara itu, tanda pangkat untuk (Alm) Ali Sadikin, tokoh nasional yang pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta periode 1966–1977 dan Sesepuh Marinir diterima oleh putranya, Boy Sadikin.
Nama-nama yang menerima anugerah kali ini bukan sosok sembarangan. Masing-masing telah menorehkan sejarah panjang dalam dunia militer maupun pengabdian sipil.
Muhammad Yunus Yosfiah, lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, 7 Agustus 1944, adalah veteran Perang Seroja dan pernah menjabat Menteri Penerangan di era Presiden BJ Habibie. Kariernya melesat dengan berbagai jabatan strategis seperti Kepala Staf Sosial Politik ABRI, Pangdam II/Sriwijaya, hingga Ketua Fraksi ABRI di MPR. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang mengakhiri penayangan film G30S/PKI pada 1998.
Sjafrie Sjamsoeddin, lulusan terbaik Akademi Militer 1974 peraih Adhi Makayasa, dikenal dekat dengan Presiden Prabowo sejak masa taruna. Ia terlibat dalam berbagai operasi penting, mulai dari Operasi Flamboyan di Timor-Timur hingga Operasi Nanggala XXI di Aceh. Kariernya meliputi jabatan strategis seperti Komandan Grup A Paspampres, Pangdam Jaya, Kepala Pusat Penerangan TNI, hingga Wakil Menteri Pertahanan.
Baca juga: Pemerintah Kebut Penanganan Tanggap Darurat, Presiden Prabowo Instruksikan Bantuan Diprioritaskan
Muhammad Herindra, Kepala BIN saat ini, juga memiliki rekam jejak cemerlang. Lulusan terbaik Akmil 1987 ini pernah memimpin Kopassus, menjadi Pangdam III/Siliwangi, Inspektur Jenderal TNI, hingga Wakil Menteri Pertahanan.
Ali Sadikin, atau akrab disapa Bang Ali, adalah legenda di dunia militer dan pemerintahan. Selain sebagai Sesepuh Marinir, ia pernah menjabat Menteri Perhubungan Laut, Menteri Koordinator Kompartimen Maritim, hingga Gubernur DKI Jakarta. Bang Ali wafat pada 20 Mei 2008 di Singapura.
Agus Sutomo, mantan Danpaspampres dan Danjen Kopassus, juga pernah memimpin Kodam Jaya, Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AD, serta Sekolah Staf dan Komando TNI. Perwira lulusan berbagai pendidikan militer luar negeri ini kini memimpin PT Agrinas Palma Nusantara.
Presiden Prabowo menegaskan, pemberian pangkat Jenderal Kehormatan adalah bentuk penghormatan negara atas jasa luar biasa para tokoh tersebut.
“Mereka telah mengabdikan hidup untuk NKRI, menjaga kedaulatan, dan mengharumkan nama bangsa,” ujarnya.
Suasana upacara semakin sarat makna saat para penerima, atau perwakilannya, berdiri di hadapan Presiden. Tepuk tangan meriah mengiringi setiap penyematan pangkat, mengukuhkan bahwa dedikasi mereka akan selalu dikenang lintas generasi. (red)
Editor : Redaksi