MERAHPUTIH I SURABAYA – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (17/8), mencatatkan sejarah baru. Ribuan pelajar SMA, SMK, dan SLB dari seluruh Jawa Timur berhasil mengukir dua rekor dunia lewat karya monumental berupa bendera Merah Putih sepanjang 14,9 kilometer.
Sejak pagi, suasana Grahadi dipenuhi aura haru dan kebanggaan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, hingga ribuan tamu undangan hadir dalam upacara sakral tersebut. Namun sorotan utama justru tertuju pada momen ketika Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menyerahkan piagam penghargaan atas rekor dunia yang diukir para pelajar Jatim.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Senior Manager MURI, Triyono, menegaskan bahwa capaian ini tak semata soal rekor, melainkan simbol nyata persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air.
“Pelajar Jawa Timur telah membuktikan bahwa menghormati jasa pahlawan bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan. Menjahit, merangkai, hingga membentangkan kain Merah Putih sepanjang hampir 15 kilometer adalah bukti cinta mereka kepada Indonesia,” ujarnya disambut tepuk tangan panjang.
Prestasi tersebut mencakup dua pencapaian besar. Pertama, kegiatan menjahit kain Merah Putih di sekolah terbanyak, melibatkan 800 SMA, SMK, dan SLB dengan 7.450 pelajar yang bekerja secara kolektif. Dari hasil kerja gotong royong itu lahirlah bendera raksasa dengan panjang total 14,9 kilometer.
Kedua, pembentangan bendera oleh pelajar terbanyak, melibatkan 10.800 siswa yang secara serentak mengibarkan kain Merah Putih di sepanjang jalan utama Kota Surabaya. Panjang bendera yang dibentangkan sudah diukur langsung oleh tim MURI hingga dini hari menjelang upacara, demi memastikan validitas rekor.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya. Ia menilai, capaian ini menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian besar terhadap bangsa dan negaranya.
“Alhamdulillah, hari ini kita pecahkan rekor dunia. Selama ini ada anggapan bahwa Gen Z dan Alpha kurang peduli terhadap kebangsaan, tetapi justru mereka yang memberi jawaban. Mereka menjahit bendera dengan tangan sendiri, membentangkannya dengan penuh kebanggaan, dan menegaskan jiwa patriotisme yang kuat. Ini bukti nyata bahwa mereka sangat mencintai Indonesia,” tegas Aries.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Lebih jauh, Aries menyebut aksi kolosal ini juga menjadi sarana menanamkan nilai kebangsaan kepada para pelajar.
“Indonesia Emas 2045 adalah milik mereka. Dengan semangat yang mereka tunjukkan hari ini, saya yakin mereka mampu membawa bangsa ini lebih maju dan bermartabat,” tambahnya.
Saat piagam MURI diserahkan, sorak sorai dan tepuk tangan bergemuruh memenuhi Grahadi. Rasa bangga itu menguatkan pesan bahwa perayaan HUT ke-80 RI bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum bersejarah ketika generasi muda menunjukkan bukti nyata cinta tanah air.
Bendera Merah Putih yang membentang megah di jalan-jalan Surabaya sepanjang hampir 15 kilometer kini menjadi simbol persatuan dan patriotisme. Sebuah warisan sejarah yang lahir dari tangan generasi pelajar Jawa Timur, dan akan dikenang sebagai tonggak kebangsaan di usia ke-80 tahun Republik Indonesia. (red)
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Editor : Redaksi